---Catatan Si Allif---
-RMBU FILES-
Prolog
Seperti judulnya, cerita ini mengisahkan tentang seorang allif. Siapa itu allif?? Dia itu tak lain dan tak bukan adalah si penulis cerita ini yaitu saya sendiri. Mungkin melihat judulnya saja langsung membuat anda bertanya-tanya apa itu RMBU. RMBU adalah singkatan dari Remaja Mesjid Bahrul ‘Ulum. RMBU merupakan salah satu esktra kulikuler di SMA Negeri 1 Kota sukabumi yang dengan sengaja saya daftar ke sekolah tersebut. Alasan saya menulis cerita ini bukan karena saya mau menjadi cepat kaya dari hasil penjualan tulisan ini. Karena saya yakin tulisan ini gak ada nilai jualnya sama sekali. Mungkin kalau pun jadi saya pasarkan, yang ada kertas tulisan ini akan berakhir menjadi wadah gorengan di pinggir jalan. Makanya, alasan saya sebenarnya menulis cerita ini adalah untuk mengenang kisah-kisah indah saya ketika saya bergabung dengan RMBU. Mulai dari awal hingga saya mesti lulus dari sekolah. Hal ini saya lakukan karena sebagian dari rekan-rekan saya yang agak memaksa saya untuk menulis cerita. “ saya sih berharap tulisan ini gak bakal ngebuat orang jadi jatuh pingsan atau mati berdiri, karena kaget dengan isi tulisan saya “. Dari pada ribet baca prolog yang gak beres-beres, mending kita langsung masuk aja ke cerita.
Selamat membaca... ^_^
Allif Muhammad Ilham
-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 1 ---
HHhhmmppp....nulis apa ya???
*garuk-garuk rambut. Jalan mondar-mandir gak jelas dan sebagainya seperti orang linglung.
Kata orang! kalo kita lagi nongkrong di kamar mandi itu sering dapet inspirasi, dan pintarnya saya, saya sering mencoba hal tersebut berulang kali tapi saya telah membuktikan hasilnya tidak benar dan tidak cocok untuk di coba terkecuali memang dalam keadaan terdesak. Itu lah yang saya lakukan sebelum proses pembuatan catatan ini. Karena sangking bingungnya nyusun kata – kata. Terlebih saya sadar banget kalo seorang allif gak bakat di bidang tulas menulis seperti ini. Mungkin nilai bahasa indonesia yang saya dapatkan dahulu, hanyalah nilai kasian dari guru kepada muridnya yang sungguh menyedihkan ini.
Jadi, mari kita lupakan kejadian di atas yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita di bawah ini!! ^_^
Emmmm...kita mau ngapain ya...???
*kan bingung lagi!!! Plaakk!
ting..tong..!!!
“ kita mau cerita tentang RMBU, mas! “
“ Oia...!!! “ *Pura-pura lupa.
Bismillahirrahmanirrahim...
Cerita ini dimulai ketika saya baru masuk kelas 10 di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Seorang allif yang dari SMP doyan banget sama yang namanya maen basket. bahkan kalo tuh bola bisa ngomong mungkin mereka akan berkata “kapan gua bisa kempes dan gak dimaenin lagi sama ni anak!”. Tentunya pas saya masuk SMA pengennya maen basket mulu. Malah kalo bisa, gak ada hari tanpa basket. Nah, suatu waktu saya maen basket dengan seorang senior ikhwan rmbu ’07 yang ternyata pada ujung cerita ini menjadi murrabi saya, siapakah dia?? Yap! Kang rifki. Diakhir permainan dia ngajak saya untuk mampir sekali – kali ke sekretariat BU. Dan saya langsung jawab ke akang tersebut “ mau ngapain a?? orang saya gak ada kepentingan di sana.. ” tapi si akang dengan senyumannya yang sabar itu bilang lagi “ ya.. disana kita ngobrol – ngobrol lah tentang pelajaran, bla..bla..bla.. ” (saya yang lagi kecapean jadi gak terlalu inget apa yang dibahasnya waktu itu..*agak parah!) supaya cepat mengakhiri perbincangan tersebut akhirnya saya mengiyakan permintaannya (dengan berat hati itu juga) “iya a,,nanti saya sempetin deh maen ke sana..”. dan saya pulang kerumah .
Besoknya atau lusanya kira - kira. Pokoknya setelah kejadian itu. Tepatnya di hari jum’at. Saya kaget pas jalan di koridor kelas ko gak ada anak – anak yang berkeliaran diluar. Padahal itungannya masih pagi dan yakin sekali saya gak telat hari itu, bahkan mungkin ayam juga masih pada ngopi di kantin belakang. Karena rasa takut yang juga melanda hati dengan buru – buru saya lari menuju kelas X-2 tercinta. Dan... Lah??!! Ternyata ada promosi eskul toh rupanya. Tapi ko pagi – pagi?? Dan baru sekarang – sekarang promosiin eskul mereka. Saya yang dari rumah belum sarapan dengan masa bodo begitu naro tas langsung keluar lagi buat sarapan. *halah..halah... >,<” (jangan ditiru ya..hehe)
Selidik punya selidik ternyata itu bukan lagi promosi eskul, tapi emang kegiatan mingguan dari eskul yang namanya RMBU. “RMBU??! kayaknya pernah denger deh.” Kan tadi baru di kasih tau! Tapi sejenak saya mulai berpikir, walau saya yang gak tau RMBU itu Apa?? Dimana??? dan untuk apa?? Kemudian saya memutuskan untuk berhenti berfikir dan menganggap angin lalu aja. *lagi – lagi jangan di tiru ya pemirsa sekalian!
Selang beberapa waktu dari kejadian tersebut, ternyata eh ternyata tiga dari teman saya dikelas sudah bergabung dengan eskul tersebut. Orang itu ada adalah : irfan, ganjar dan maulana. Sering keempat dari kita berdiskusi tentang eskul ini, tapi saya yang sudah menetapkan hati buat ikut eskul basket saja sering pula menolak ajakan baik nan tulus mereka untuk gabung ke RMBU. Tapi anehnya pada akhirnya tetap aja saya gabung ke beberapa eskul yang ada disekolah seperti paskib, karate, pramuka de el el terkecuali RMBU dan eskul seni serta jurnalis pastinya.
Seiring berjalannya waktu sekarang saya naik tingkat dan masuk ke kelas 11 ipa 1. Sedih juga rasanya harus berpisah dengan teman-teman semasa di kelas 10 dulu terutama bubarnya “Fseu10-2” *sebut saja begitu ( allif, irfan, ganjar, maulana ) yang mesti berpisah karena kelas dari masing-masing kita harus berbeda.
Saya agak kaget pada awalnya ketika memasuki kelas baru ini. Karena kelas ini hanya memiliki 14 siswa laki-laki dan 30 sisanya siswi perempuan. Memang sih didunia ini perbandingan wanita lebih banyak daripada lelaki, dan hal tersebut sudah terbukti dikelas ini. Belum kekagetan ini mereda, tiba-tiba saya di tunjuk dan di beri kepercayaan pula buat jadi orang yang dituakan di kelas. ” hmm...gak apalah itung-itung cari pengalaman ” gumam saya waktu itu.
Berminggu-minggu kemudian, saya memperhatikan kelas ini kok seperti ada sesuatu yang kurang bener. Ternyata eh ternyata dikelas saya punya kelompok di masing-masing barisnya. Sebagai penjelas dari kelompok-kelompok tersebut, berikut data yang dapat saya tampilkan :
Kelompok A : Baris pria, seperti yang anda ketahui tadi dikelas saya hanya terdapat 14 siswa laki-laki. Jadi tidak aneh jikalau laki-laki sebagai minoritas membuat kelompok khusus laki-laki.
Kelompok B : Baris yang terdiri dari siswi yang tidak berkerudung dan kadang berkerudung.
Kelompok C : Baris wanita yang semuanya berkerudung sorban ‘eh! Berkerudung panjang maksud saya.
Didorong keinginan menyelaraskan hubungan antar rekan sekelas, saya pun berlaga menjadi Sherlock Holmes yang mana udah pasti gak akan mungkin kesampean pastinya, tapi tetap mau mencari tau tentang apa penyebab kurangnya kerhamonisan kelas. Dan mengerucut lah pada topik RMBU, segera dari itu saya mencari tau apa itu sebenarnya RMBU.
Tempat saya bertanya tidak lain tidak bukan adalah ke irfan dan ganjar ( karena pada saat itu kelas maulana agak jauh terlebih dia sudah gak aktif di RMBU, jadi saya bertanya ke dua orang ini ) Kenapa sih harus begini, kenapa harus begitu dan akibat yang akan terjadi bila ini dan bila itu terjadi. Begitu banyak dan besar banget tanda tanya yang muter-muter di sekitar kepala saya waktu itu.
Dan *treleng... trelengg... jlleeggerrr!!! Allif pun bergabung dengan RMBU. :D
Oia, Alhamdulillah...
Kelas saya, 11ipa1 ini menjadi kompak dengan sendirinya, terbukti dengan segondol juara kebersihan yang tiap minggunya kami raih dan juara kabaret diakhir kelas 12 kami.
Dan tau kah?? Si detektif allif hanya senyum-senyum mengingat tingkahnya yang sedikit sia-sia, yang katanya mau memperbaiki kelas tapi ternyata tanpa dia pun mereka juga bisa sadar dengan sendirinya. *Turut prihatin saya mas. :)
Sempat saya minder, sering malah! karena saya enggak terbiasa dengan kegiatan-kegiatan di RMBU ini. Tapi walaupun saya bisa di bilang agak telat masuk RMBU, untungnya rekan-rekan di RMBU tetap sabar mau menuntun dan menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan dari saya, menegur dan menasihati saya ketika saya melakukan sesuatu yang memang itu salah.
Dari situ lah baru saya bisa ngambil kesimpulan buat ngerubah perlahan-lahan kondisi kelas. Agak sulit. Namun bisa dibilang lumayan agak sulit dan ternyata emang sulit. Yang pada akhirnya kondisi kelas pun berubah seperti yang di ceritakan diatas tadi. *gubraakk!!
Dari situ lah baru saya bisa ngambil kesimpulan buat ngerubah perlahan-lahan kondisi kelas. Agak sulit. Namun bisa dibilang lumayan agak sulit dan ternyata emang sulit. Yang pada akhirnya kondisi kelas pun berubah seperti yang di ceritakan diatas tadi. *gubraakk!!
Kembali ke RMBU, tempat yang sebelumnya saya gak ada pikiran untuk masuk ke sekretariatnya apalagi ikut gabung menjadi anggotanya. Ternyata sekarang menjadi tempat yang begitu banyak meninggalkan kisah indah buat saya pribadi. Tertawa, menangis, bahagia semua menjadi campur aduk menjadi satu.
BULAN PRESTASI
Arraaaa!!!
Malu banget saya ngabahas tentang hal ini. Tapi kalo gak dibahas malah saya bisa lebih malu lagi. Karena gak bisa memohon maaf ke antum dan antuna sekalian. Maaf..maaf..maaf... >,<”
Sebagai ketua pelaksana saya belum bisa memberikan hasil yang maksimal buat acara BP RMBU. Hontouni gomenasai....??!
Kalau dipreview kinerja saya ketika persiapan acara ini, memang gak ada apa-apanya dibandingkan kerja keras para ikhwan dan akhwat lainnya. Saya sering sekali harus absen rapat, karena mentingin latihan basket untuk persiapan BP dan kompetisi lainnya. Tapi masih saja acara BP itu diamanahkan ke saya,. “Huuh..!! :p” saya semakin sulit buat membalas semua kebaikan dan pelajaran dari kalian. Terima kasih...sankyu..arigatou.... ^o^
Masih tetap mempercayakan saya sebagai ketua pelaksana kegiatan sampai akhir acara.
Inget banget, malem-malem saya, mahmud, irfan, dani dan ade kerumah kang abdu buat minta diajarin desain grafis untuk cover proposal BP. Apa jadinya kalau proposal cuma hitam putih polos. Yang ada tuh kertas proposal lagi-lagi dijadiin wadah gorengan dipinggir jalan. “Terima kasih ya kang abdu“. Ilmu yang antum berikan bahkan sampai detik ini masih sering saya pakai dengan inovasi di setiap file seperti yang antum ajarkan. Makasih juga buat irfan yang komputernya sampe rela saya pake full 24jam lebih, ON terus buat ngotak atik isi proposal. “Bahkan kayaknya waktu itu sering nge-hang dan mesti bolak balik di service ya kang??” *pasang muka tanpa dosa. :)
Oooiiii...masih ingat kah kalian tentang base camp kita di cisuda permai itu???
Banyak sekali yang terjadi disana. Tapi demi untuk menjaga kegagahan kang mahmud, saya dan para ikhwan lainnya. Terpaksa saya gak tulis di sini semua disini.
Bertermakasihlah kalian!!! :D
Hampir setiap malam weekend kita habiskan waktu bersama disana. Dan gak lupa juga ketika kita sedang liqo bersama murrabi kita kang rifki yang selalu sabar memberikan pencerahan dan ilmu serta mendengarkan curhatan-curhatan kita dikala gundah gulana melanda (*ceeuuiiileeuuu... :p), beliau tetap setia memberikan solusi yang dapat meringankan masalah yang sedang kita hadapi.
Kemudian tak akan terlupa juga dani dan yayan yang selalu ikhlas menjadi koki disaat kita kumpul, mereka berdua selalu siap sedia dengan resep-resep siap saji sebelum kami tewas karena perut keroncongan. “Terimakasih ya kang dani dan kang yayan.” Saya sering kangen antum semua ketika saya dirumah iseng masak nasi goreng + telor acak-acakan + mie + kacang pilus buat cemilan kalo lagi begadang begini. T_T
Bisi pada BeTeE baca cerita yang ga jelas ini dan saya juga gak mau ngambil resiko,
kalo2 saya di lempari batu gara-gara cerita kepanjangan, jadi mending di stop dulu aja ya???
kalo2 saya di lempari batu gara-gara cerita kepanjangan, jadi mending di stop dulu aja ya???
Salam hangat selalu untuk antum dan antuna semua disana...
Smile..smile..smile...
BANZAIIII......!!! ^_^
BANZAIIII......!!! ^_^
-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 1 ---
- SELESAI-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar