--- welcome to my blog ---

--- welcome to my blog ---

Jumat, 10 Februari 2012

Catatan si allif : edisi 5

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 5 ---


Waaaw...!! gak nyangka udah diepisode 5. Dan yang lebih gak nyangkanya lagi ternyata saya gak sadar saya kalau sudah menulis lebih dari satu lembar A4 ( rekor baru nih.. ). Walaupun itungannya tulisan saya gak jelas juntrungannya, saya sih berharap para pembaca gak ada yang sampe muntah dan jatuh pingsan setelah beres baca tulisan saya. Jadi, mari kita segera selesaikan tulisan ini dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.


NASYID itu Indah

Kata siapa nasyid itu indah?? Kata orang-orang yang senang mendengarkannya. Begitu juga saya, “pada awalnya”. Hingga sampai suatu waktu, mendengarkan satu nada acapella saja, bisa membuat saya divonis koma oleh dokter. ( walaupun gak sampai sejauh itu, tapi kalau saya punya penyakit jantung mungkin hal itu bisa saja terjadi )

Kenapa bisa seperti itu??

Saya sangat menyukai lagu, semua lagu yang yang ada nadanya saya suka. Terutama acapella. Ditambah maraknya boyband luar negeri dimasa itu seperti : Tohoshinki, WestLife, F4 de el el. Membuat saya terobsesi untuk tampil menyanyikan lagu-lagu mereka diatas panggung. Namun, karena kesadaran terhadap keterbatasan pita suara yang saya miliki, pastinya hal itu bakal ngrusak sound speaker punya orang. Jadi, saya selalu minder jika harus naik keatas panggung, bukan hanya untuk nyanyi bahkan untuk berkata satu huruf dengan microphone saja saya gak mau.

Suatu ketika, disekolah saya akan diadakan acara muhsabah. Acara ini termasuk acara tahunan yang cukup besar dan selalu di-organize oleh para anggota RMBU. Bagaimana tidak cukup besar, selain seluruh guru-guru dan seluruh siswa yang harus hadir. Para orang tua siswa bahkan ada pejabat yang diundang untuk hadir keacara tersebut.

Sedang sibuk-sibuknya saya dengan RMBU mempersiapkan acara. Billy, salah seorang teman saya dikelas ipa 1 mengusulkan untuk tampil diatas panggung sebagai pengisi acara di acara muhasabah ini. Saya sih fine-fine saja. Karena billy ingin memberikan kesan baik terhadap ipa 1 yang sebetulnya kesan baik itu sudah ada dari awal kita masuk kelas. Terpilihlah Adi dan Eggie yang mana mereka semua adalah tim inti paduan suara SMANSA yang sudah tidak diragukan lagi skillnya dalam urusan tarik menarik suara. Pengrekrutan belum selesai sampai di situ. Karena masih ada satu anggota lagi sebagai pelengkap yang perlu tidaknya masih dipertanyakan. Orang tersebut adalah saya. Seperti yang saya jelaskan diatas, ngomong aja saya minder apalagi mesti nyanyi yang ditonton banyak orang. Jadi, beberapa hari saya cukup capek menolak ajakan baik dari Billy, Adi dan Eggie. Alasan mereka mengajak saya memang masuk akal, yaitu mereka gak enak tampil dipanggung yang diurus oleh anggota RMBU sedangkan mereka bertiga bukan anggota RMBU. Hingga pada akhirnya saya dengan sedikit bijak dan selebihnya nekad, mengiyakan permintaan mereka dan membentuk tim nasyid dari kelas ipa 1 yang kami beri nama : “ RESCONE VOICE “

Proses latihan mau gak mau harus kami jalani untuk kesuksesan perform kami nantinya. Sehingga kami memilih pelatih nasyid yang sangat hebat dan tidak mata duitan ( karena sadar kocek kami yang sangat pas-pasan ). Terpilihlah kang Dena sebagai pelatih kami. Kang dena sendiri sudah terbiasa melatih tim nasyid baik itu anggota RMBU atau bahkan diluar RMBU.

Proses latihan cukup dan sangat efektif. Hari pertama saja, kang dena sudah kagum dengan ketiga trio ipa 1. Mereka bahkan tidak perlu digembleng lagi suaranya untuk mencapai harmonisasi nada. Sehingga mereka bertiga bisa langsung masuk ketahap penghapalan lirik lagu. Sedangkan saya yang memiliki suara paling rendah dan cukup berat harus bekali-kali seret dan minum air, karena nada yang saya keluarkan tidak sesuai dengan ketukan lagu tersebut.

Latihan kedua diminggu berikutnya kami mengalami peningkatan. Penentuan nada sudah diputuskan. Billy sebagai suara 1, Eggie sebagai suara 2, Adi sebagai suara 3 dan saya sebagai suara pelengkap. Mulai lah kita latihan dengan ada tidaknya kang dena dan dimana saja kita bisa bernyanyi bersama. Dikelas, dikantin, diteras mesjid BU dan mungkin saja kalau kita keWC bareng-bareng kita bakal nyanyi disana, untungnya hal itu tidak sampai terjadi.

Latihan terakhir, kang dena berperan sebagai penonton dan hanya mendengarkan hasil latihan kami selama minggu-minggu sebelumnya. Hasilnya?? KACAU! Hal tersebut disebabkan karena biasanya nada dasar yang dipakai kang dena tidak sama dengan yang dipakai oleh billy, sehingga semuanya jadi mesti tarik suara setinggi-tingginya yang kita bisa. Hal itu sebenarnya tidak masalah bagi adi dan eggie yang memiliki pita suara yang mumpuni. Tapi, hal itu sangat bermasalah bagi saya yang memiliki pita suara rendah dan kalo saya paksakan akan menjadi fals.

Setelah beberapa hari dari latihan terakhir kami pun sampai di tahap Gladi kotor dan Gladi bersih acara. Cek sound terakhir malam hari itu berakhir mulus dan lancar. Meskipun harusnya bisa lebih mulus dan lancar jika saya tidak ada disitu.

Hari H telah tiba!
Dibelakang panggung kami bersiap-siap untuk tampil mengisi acara. Billy, Adi dan Eggie yang sudah terbiasa tampil untuk bernyanyi bersikap wajar dan ceria. Tapi saya yang biasanya lari-lari melempar bola ke keranjang dan tau pada saat itu mesti tampil ke atas panggung bersikap aneh, cemas dan berkeringat dingin. Ketiga sahabat saya itu mencoba menenangkan saya dengan banyolan mereka yang tidak berhasil membuat saya tenang. Dan, kalimat “ RESCONE VOICE “ sudah terdengar dari panggung, yang mengharuskan kami berempat naik keatas panggung.

Sungguh awal yang konyol, ketika kami sudah diatas panggung kami harus berpura-pura ngobrol dengan penonton. Hal ini dikarenakan beberapa tamu undangan yang belum hadir, dan the perform must go on. Dimotori oleh billy, kami memperkenalkan diri kami masing-masing dan tugas kami didalam grup nasyid ini. Cukup berhasil, namun tak cukup menahan waktu yang terus berjalan menantikan tamu yang ngaret kebangetan itu. Setelah diam beberapa saat, akhirnya kami disuruh memulai perform. Billy yang sudah tidak sabar kemudian memulai memberi komando kepada kami untuk siap-siap bernyanyi. Mendengar nada awal dari billy saya langsung lemes gak karuan, karena kejadian ini sudah pernah terjadi diwaktu latihan. Dan hasilnya, sebagai lagu pembuka suara saya yang fals terdengar oleh seluruh penonton yang menyaksikan performa kami pada saat itu. Luar biasa malunya saya saat itu. Seusai lagu pertama, kami langsung masuk ke lagu kedua yang cukup berhasil menarik perhatian penonton dan mengobati rasa malu saya “ sedikit ”. Kemudian kami turun dari panggung.

Selesai turun dari panggung, saya langsung lari kebelakang sekolah untuk menyesali kebodohan saya di atas panggung. Mungkin, kalau pada saat itu tersedia pacul dan sekop, saya udah gali kubur yang bakal menjadi rekor dunia sebagai kuburan terdalam sampai nembus sisi bumi bagian lain entah berantah. Tapi, karena hal itu mustahil saya lakukan. Jadi, saya hanya masuk ke WC dan menampar bolak-balik wajah saya. Setelah merasa sakit dan perih ditampar tangan sendiri, saya putuskan untuk kembali ke belakang stage. Ada junior RMBU yang mempertanyakan tentang wajah saya yang agak berubah memerah kehitaman seperti baru beres digebukin massa. Dan saya menjawab : “ gak apa-apa ko akhi, tadi ana cuma kepleset di kamar mandi. “

Don’t say : Good bye...

Membaca subjudulnya saja mungkin anda sudah dapat mengira-ira isi dari sesi ini. Yap!! Betul, LPTJ. LPTJ adalah singkatan dari laporan pertanggung jawaban, dimana pengurus akan mempertanggung jawabkan segala kegiatan yang dilakukan selama masa kepengurusannya. Acara LPTJ juga sekaligus mencakup acara serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru.

Persiapan acara LPTJ juga tak kalah ribetnya dibandingkan acara-acara besar RMBU lainnya, karena acara LPTJ sendiri memang merupakan salah satu acara besar RMBU. Salah satu persiapan acara LPTJ yang sangat terpenting adalah pengumpulan data-data yang didapat selama masa kepengurusan kami. Selain data-data acara, kami juga harus mencantumkan data-data “ job description “ dari masing-masing jabatan.

Saya pribadi agak kewalahan dan sangat binggung. Dikarenakan salah satu jobdes saya sebagai sekertaris adalah mencatat surat masuk atau surat keluar. “ Yang sampai hari ini juga saya lupa tugas saya waktu itu, mencatat surat masuk atau keluar ya? “. Pokoknya antara itu lah. Mari kita anggap saja saya mencatat semua surat keluar dan tiara mencatat semua surat masuk.

Sungguh sangat kaget saya, ketika melihat bagus dan rapihnya tiara mencatat seluruh surat masuk. Mungkin kalau dikira-kira total surat masuk ke RMBU ada sekitar 35an lebih, dan tiara mencatat hal itu semua. Sedangkan saya dengan tugas saya yang mencatat surat keluar yang sebetulnya begitu banyak, mungkin bisa lebih dari 35an. Dan taukah anda?? saya hanya mencatat tiga surat keluar terakhir. Gak lamaan dari situ, saya langsung memasukan data tersebut kedalam proposal. Dilihat dari sisi mana juga aneh, karena begitu banyaknya surat masuk tapi sedikit sekali surat yang keluar. Apapun itu pokoknya tetap saya tulis di proposal, saya siap bertanggung jawab.

Komputer irfan gak kalah nyebelinnya dengan data yang saya kumpulkan. Sedang enak-enaknya saya mengerjakan proposal LPTJ tiba-tiba monitornya menjadi hitam gelap, gak ada tanda-tanda kehidupan. Mana proposal yang baru diedit belum sempat disave. Pasrahlah saya waktu itu. Bahkan yang empunya komputer pun takluk dibuat lemas karena gak bisa idup-idup tuh komputer. Akhirnya kami berdua berdiam diri, nonton tv dan maen PS yang sengaja saya bawa tadinya sih buat refreshing.  Setelah isya, kami berdua yang masih penasaran akan kehidupan komputer, mencoba menyalakannya kembali. DAN?! Bukan sulap bukan sihir, tapi cukup dengan doa komputer itu bisa hidup kembali. Sungguh sangat bersyukur saya. Setidaknya meskipun pekerjaan saya selama masa jabatan gak bener, saya berharap diacara terakhir ini saya harus berikan yang maksimal. Dengan tekad yang cukup tinggi malam itu juga akhirnya laporan selesai.
Gimana gak selesai, orang besoknya acara LPTJ dimulai. Jadi mau ada badut lewat atau hujan badai  dengan angin topan anak jalanan pun laporan mesti beres malam itu juga.

*Percaya atau tidak, setelah kejadian dimalam pembuatan laporan LPTJ, komputer irfan tidak berfungsi lagi. Jangankan untuk dioperasikan atau bahkan sekedar bermain game. Dihidupkan pun tidak bisa. Mungkin kala itu doa kita kurang, karena doa kami adalah : “ ya allah, berikan lah  kemudahan terhadap kami, agar kami dapat menuliskan laporan terakhir kami ini sebagai kontribusi terakhir kami di RMBU. “
Hari pertanggung jawaban telah tiba. Semua pengurus yang dipimpin oleh mahmud duduk didepan dengan gagah dan anggun. Satu per satu data dibacakan, hingga sampai data terakhir dibacakan dimuali lah sesi tanya jawab. Yang untungnya sesi ini kami lewatkan dengan mudah, karena semua audient dengan segera dapat menerima dan menSAHkan laporan pertanggung jawaban kami. Senangnya saya gak ada yang mempertanyakan kenapa surat keluar hanya cuma ada tiga selama satu tahun terakhir.

Setelah proses pembacaan dan pengesahan proposal LPTJ, tibalah saat-saat yang sungguh sangat mengharukan. Yaitu kami yang harus melepas jabatan kami diRMBU, dan terpaksa mengestafetkan tongkat jabatan kepengurus RMBU yang selanjutnya. Tangis haru bahagia kami cucurkan sebagai tanda perpisahan kami untuk rekan-rekan diRMBU. Cukup singkat memang kisah saya diRMBU jika dibandingkan rekan-rekan saya yang terlebih dahulu bergabung denga RMBU. Namun begitu banyak pelajaran dan kisah yang saya tak akan lupakan ketika di RMBU.

Masih dalam tangis haru pelepasan jabatan kami, kami para ikhwan mencoba menambahkan kesedihan itu menjadi semakin mendalam. Caranya adalah bernasyid. Saya yang masih trauma dengan nasyid kala itu, masih saja nekad menerima paksaan ikhwan yang mau bernyanyi seusai acara LPTJ.

Nada demi nada mengalir begitu indah dan menambah harunya suasana kala itu. Hingga sampai kesuatu lirik sebelum reff, tiba-tiba semua ikhwan membisu dan menghening sesaat karena pada lupa lirik lagunya. Wajar saja, saya pribadi baru dikasih tau bakal bernasyid setengah jam sebelum acara. Mungkin ikhwan lainnya juga pada begitu. Alhasil, suasana yang tadinya haru tiba-tiba terlihat menjadi suasana senyum-senyum manis nahan ketawa. Gak masalah bagi saya, kalau memang itu dapat mencairkan suasana kesedihan kala itu.

Acara LPTJ selesai. Sebagai kenang-kenangan kami pun bernarsis ria didepan kamera bersama semua pengurus. Ikhwan dengan Ikhwan, Akhwat dengan akhwat (mungkin..). Soalnya pandangan saya waktu itu terhalang hijab, jadi gak tau apakah akhwat juga pada narsis seperti para ikhwan. Atau bisa saja melebihi ikhwan. * :p

A little note from Allif

Itulah sedikit kisah saya dengan RMBU. Kisah yang bisa membuat saya sendiri tertawa, malu dan sedih bahagia dikala saya mengenangnya. Saya sangat berbahagia dipertemukan dengan para ikhwan dan akhwat tangguh diRMBU. Saya belajar sangat banyak dari mereka. Baik itu pelajaran hidup, pelajaran sekolah atau bahkan pelajaran memasak. Ucapan terima kasih dan segenap doa mungkin belum cukup menggantikan betapa besar mereka berbuat untuk saya. Namun, itu lah manusia. Dikala yang satu salah maka harus ada yang membenarkan. Dan jika ada yang satu benar maka yang lainnya bisa menyalahkan. *LAH??

Sekedar info buat para pembaca, kekonyolan dan keanehan yang saya lakukan serta alami itu bukan lah penyebab buruknya kinerja saya sebagai pengurus semasa menjabat dulu. Tapi justru karena tidak becusnya saya mengurus tugas-tugas itulah, kekonyolan itu mucul dengan sendirinya hingga saya bisa curahkan menjadi bahan tawa di cerita ini. Sepanjang itu bisa membuat betah kalian membaca, saya rela membuka sedikit rahasia kekonyolan saya dulu kala.


Teringat satu kalimat dari buku yang pernah saya baca, yaitu:
in life, you only have one shot at everything.

Yang artinya kalo gak salah,
“ Dalam hidup, anda hanya memiliki satu kesempatan untuk menentukan segalanya. “


Kalimat itu mengena banget sama diri saya. Karena apa?? Kesempatan yang saya ambil untuk bergabung dalam RMBU pada saat itu tidak lah sia-sia. Dan setelah saya bergabung, saya pun makin tersadar akan pentingnya waktu. Yang bahkan sudah tercatat dalam al-qur’an, yaitu :


“ Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran. “ (Q.S. Al-Ashr:1-3)


Perubahan diri memang harus dilakukan oleh tekad diri itu sendiri. Tapi yang saya rasakan, perubahan diri saya ini tidak akan terjadi bila saya tidak bertemu anda semua, para ikhwan dan akhwat RMBU.  Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada kalian.

Berpisah dengan kalian bukan lah akhir dari kisah ini, tapi berpisah dengan kalian merupakan sebuah awal kisah baru untuk masing-masing dari kita melanjutkan kehidupan ditingkat yang lebih tinggi.

Selamat berjuang, selamat berbahagia dan selamat sampai ditujuan. *PLLAAKK!!!
( masih aja becanda... -_-“ )

Keep your smile...
And.
SaaAAAYOONAAARAAAAAAAAAaaaaaa......  ^_^

Sampai jumpa ditulisan saya yang lainnya.
*semoga... hahahaha

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 5 ---
-SELESAI-

!-TAMAT-!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar