--- welcome to my blog ---

--- welcome to my blog ---

Jumat, 10 Februari 2012

Catatan si allif : edisi 3

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 3 ---

“Baiklah..ini dia Catatan Si Allif 3...” *dengan PeDe-nya
Karena ada banyak ke-ngawuran diepisode sebelum ini, jadi saya mohon maaf dan terimakasih atas lemparan komentarnya, walaupun sebenernya saya lebih mengharapkan lemparan uang. *PLAKK!!!

back to the story,
dengan latar

SMA Negeri 1 Kota Sukabumi

Satu-satu nya sekolah menengah atas di kota sukabumi, yang memiliki luas area tanah yang cukup  luas buat membangun apartemen dan mall, mungkin masih sisa kayaknya buat bikin bandar udara di situ. Untungnya dulu para pendirinya memilih untuk membangun sekolah saja dibanding harus membangun apartemen atau mall, apalagi bandar udara yang setelah saya pikir-pikir ternyata hal itu sangat mustahil. SMANSA. Itu singkatan dari “SMA Negeri SAtu”, pokoknya kalo udah ditanya tetangga, “kamu sekolah dimana??” cukup jawab, “Di SMANSA bu/ pak/ a/ teh.” pasti udah pada tau. Mungkin karena sangkin luasnya Sukabumi dan SMA Negeri yang ada diSukabumi hanya ada 5. Menjadikan SMANSA kami begitu terkenal di daerah kota sukabumi dan sekitarnya.

Anda tidak percaya??? Buktikan sendiri.

Pagi hari sebelum berangkat, seperti biasanya saya nyamper anak-anak perum nanggeleng satu per satu buat jalan bareng kesekolah. Kebetulan rumah saya agak nyempil di ujung, jadi kalo gak nyamper anak-anak kebangetan sayanya, orang sekalian lewat. Tapi sepagi apapun saya berangkat dari rumah, ketika sudah sampai di rumah teman saya yang terakhir kemudian berangkat pasti nyampe disekolah sama-sama aja beberapa menit sebelum bel sekolah berbunyi. Dan anehnya saya gak ada kapok-kapoknya nungguin mereka meskipun harus mengarang kata-kata biar dibolehin masuk oleh guru piket dan pak satpam yang telah siaga berjaga di depan gerbang dengan wajah-wajah nya yang “ramah” siap menerkam siswa siswi yang melanggar aturan sekolah.

Pemikiran saya mulai terbuka, capek juga ikut banyak eskul tapi gak ada yang di seriusin bener-bener, terkecuali basket. Maka dari pemikiran yang agak bijak itu saya memutuskan untuk hanya mengikuti dua eskul aja, yaitu : RMBU dan Basket. Toh, gak terdaftar jadi anggota tetap saya juga masih bisa bantu-bantu walaupun cuma sedikit. Yap! Keputusan di terima. Ketok kepala 3x.
Dong!! Dong!!! DONG!!!!

Tau kah anda?? Saya berubah loh.
Memang bukan berubah menjadi power ranger dan super sentai lainnya. Mungkin gak langsung melonjat atau meroket. Perlahan tapi pasti saya merasakan perubahan itu. Yang paling terlihat itu bahasa. Selain bisa bahasa indonesia yang baik dan benar, bahasa jepang yang di ajarkan sewaktu kelas 10 dan bahasa sunda yang mau gak mau harus bisa, kalo enggak mungkin saya bisa nyasar dari sukabumi ke papua. Sekarang saya mulai bisa sedikit demi sedikit berbahasa arab. Beneran. Walaupun Cuma ana, antum, antuna dan kosa kata mudah lainnya. :)


Mungkin agak aneh ya, kalo saya yang biasanya ngomong blak-blakan dengan bahasa indonesia campur sunda yang gak jelas tiba-tiba menjadi ngomong blak-blakan pake bahasa arab yang makin gak jelas. Karena jujur aja, saya sendiri gak ngerti apa yang saya omongin nantinya. Jadi, saya tetap blak-blakan dengan bahasa jepang atau bahasa alien yang mana semua orang, baik saya atau orang lain pastinya makin makin gak ngerti apa yang saya omongin.

Suatu waktu saya, irfan dan dani berjalan menuju kantin untuk makan siang. Kami mengobrol sepanjang jalan memikirkan apa yang akan kita santap siang ini. Terbayang beberapa makanan seperti : batagor, mie ayam, pisang coklat, bihun, jagung, bala-bala dan makanan enak plus murah lainnya yang dapat di temui di kantin. Dan bayangan kami tiba-tiba lenyap!! Karena melihat penuh penatnya kantin waktu itu. Jadi untuk sedikit menyenangkan hati, kami bertiga membeli aqua gelas di koperasi, dan memutuskan berjalan menuju BU (apa itu BU?nanti ya...). Dan berharap menemukan makanan lezat di depan sekolah untuk mengisi tenaga di siang itu. Kembali sambil berjalan kami membicarakan makanan apa yang akan kami beli nanti. Terbayang beberapa makanan yang biasanya mangkal di depan sekolah itu : mie ayam, pempek, burcang, es doger. Yang pada akhirnya setelah sholat dzuhur kami bertiga kembali masuk kelas kami masing-masing dengan perut saya yang masih kosong keroncongan karena gak sarapan ditambah gak makan siang, saya duduk di kelas dan berharap pelajaran terakhir ini cepat-cepat selesai. Memang sesuatu yang kita bayangkan itu tidak seindah dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi.

Mesjid Bahrul ‘Ulum dan Sekretariat RMBU

Sesuai dengan namanya Bahrul ‘Ulum  yang artinya samudera ilmu, diharapkan menjadi wadah untuk menimba, mengembangkan, dan mengamalkan agama Islam umumnya bagi para penghuni disekitar SMANSA dan khususnya bagi siswa dan siswi SMANSA. Mesjid Bahrul ‘Ulum sendiri berlokasi tepat di depan SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Disamping gedung utama masjid ada bangunan yang berukuran kira-kira 4X8 meteran yang kami sebut Sekretariat RMBU atau disingkat sekre RMBU. Disitu merupakan tempat dimana ikhwan dan akhwat rapat tentang kegiatan-kegiatan RMBU. Tapi rapatnya RMBU berbeda dengan rapat organisasi lain, karena disekre itu sudah ada papan yang kita sebut papan hijab. Hijab sendiri kalo ga salah artinya pembatas. Kali?? Intinya papan itu menghalangi interaksi saling tatap muka diantara ikhwan dan akhwat. “Aneh?!” tapi di pikir-pikir memang perlu hijab itu, paling tidak ketika rapat akhwat tidak melihat saya yang sedang asik namatin game splinter cell di hape, tidak melihat betapa asiknya saya menikmati makan mie ayam dan betapa sulitnya ngerjain PR sambil pake headset. Dan kekonyolan lain yang dilakukan para ikhwan di balik papan itu yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu karena itu merupakan rahasia para ikhwan.

Nice to meet you

Sesi ini saya mau cerita tentang kapan, dimana dan bagaimana saya bertemu dengan para ikhwan yang gak kalah ganteng dan solehnya dari saya. Maksudnya, udah mah saya kalah ganteng, kalah soleh pula saya. Sudahlah mari kita langsung ke TKP sekarang :

Kang mahmud, nama samaran : mahmud jaelani, nama asli : mahmud jaenudin
Siswa SMA Negeri 1 Kota sukabumi pertama yang berkenalan dengan saya. Gimana enggak, ketika awal masuk gugus secara gak sengaja kita duduk bareng. Dan mau gak mau dari pada jadi orang-orangan sawah yang ngebettem (gak bersuara) seharian akhirnya kami pun berkenalan.

Satu momen yang saya ingat pertama kali dengan mahmud. Ketika pengumpulan tanda tangan panitia orientasi siswa. Disudut pintu kelas saya tidak bisa bergerak kemana-mana karena mahmud memegang tangan saya begitu erat, untung aja orang pada gak liat. Bisa-bisa orang salah kaprah! Apa kata duniaaa!!! Saya akhirnya tanya, “ kenapa sih mas, situ takut nyasar ya?? ”. Dan dia menjawab “ nanti aja nunggu sepi minta tanda tangannya,,biar gak bersinggungan dengan wanita. ” Hati allif berkata “orang aneh!!!”.  Setelah setahun kemudian saya bertemu lagi dengan beliau, saya baru tau makna dia menahan tangan saya waktu itu. Luar biasa!

Kang irfan, nama panggilan : ipang, nama lengkap : irfan zamakhsyari nugraha
Irfan orang kesekian yang saya kenal di gugus waktu itu, karena memang tempat duduk kita berjauhan jadi susah juga buat ngobrol. Ketika malam hari di sebuah minimart di nanggeleng saya bertemu sesosok orang berkacamata ngeliatin mulu dikasir tapi kagak nyapa-nyapa (mungkin dari awal dia udah ngfans sama saya, sampai-sampai mati kata), untungnya saya engeuh (sadar) kalo irfan segugus dengan saya paling gak saya yakin kalo dia masuk SMANSA soalnya kita beli roti coklat yang sama. Berkenalan lah kami di minimart itu. Dan ketika kita dipanggil satu per satu masuk kelas ternyata saya satu kelas dengan irfan.
Hal yang saya ingat tentang irfan adalah irfan dengan sabar memperbaiki komputernya yang saya rusakin karena over heating. Selain untuk tugas RMBU dia sering saya repotkan juga dengan tugas saya yang harus dikerjakan menggunakan komputer. Komputer saya sendiri lebih baik dibiarkan terlantar membangkai dan menjadi sarang laba-laba dipojok atas lemari dirumah, dari pada komputer itu di service tapi nantinya saya rusakin lagi dengan ikhlas untuk kesekian kalinya.

Kang dani, nama lengkap : ramdani firdaus, temuan nama lengkap yang baru : dani ramdani
Saya sedikit mempertanyakan kedatangan dani dalam kehidupan saya, karena tanpa tidak sengaja dia nongol di depan pintu kelas X.3 sambil teriak-teriak ngajak balik anak-anak lain padahal belum waktunya,”sungguh anak yang berani!” Dan yang saya ingat lagi, dani ini merupakan siswa yang cukup terkenal. Terbukti, dia sering jadi bahan pembicaraan bu zakiah dikelas saya (X.2) tentang perilakunya yang “langka” dan sangat “luar biasa” tidak seperti siswa “pada umumnya”. Silahkan di artikan sendiri.
Hal yang paling saya kenang dengan dani adalah ketika kami mengantarkan surat acara BP RMBU ke daerah bogor, dani hampir menyebabkan saya dan dirinya mati konyol di tengah jalan. Dengan motor hitam berCC cukup tinggi kami berada diantara bis dan truck yang siap penyet (ngpress) kita jadi gepeng dan pastinya gak bakalan lagi dikenali sama orang kalo itu kita berdua.
Untungnya ohh untungnya...
Saya masih bisa bernapas sampai hari ini dan menulis cerita ini.
Alhamdulillah...

kang ade
Saya bertemu dia dikelas X.1 tapi karena gak ada kepentingan khusus, jadi hanya tau aja itu namanya ade. Baru lah pas naik ke kelas XI, saya mengenal sedikit demi sedikit tentang beliau. Hal yang paling saya ingat dengan kang ade adalah ketika kita liqo, ada tugas ngapalin surat. Kita baru mau ngapalin, kang ade dan kang mahmud udah ke tugas berikutnya. *Gak kaget saya...

Kang yayan
Saya bertemu yayan di eskul paskib, yayan orangnya baik banget mungkin sangkin baiknya kalo ada orang yang nonjok dia bakalan langsung dimaafin kali. Hal yang paling saya inget sama yayan itu ketika yayan nyanyi lagu doraemon versi jepang tanpa teks dengan nada ke sunda-sundaan. Bagi saya itu luar biasa sekali. Malah sekarang udah merambah ke bahasa korea. Mungkin sekarang lagu es lilin sudah bisa di nikmati dengan bahasa korea ditambah tarian ala SNSD.

Kang iqbal
Saya bertemu iqbal juga di eskul paskib awalnya. Hal yang paling saya inget ketika dia masuk RMBU saya masuk paskib, dan ketika dia masuk paskib saya masuk RMBU. Entah apa yang salah, ibaratnya saya ke utara iqbal ke selatan. Untung aja kita pada gak jalan mundur, jadi kalo ketemu masih bisa saling tegur sapa.

Kang hakim
Kapan : tidak diketahui. Dimana : entah berantah. Bagaimana : tiba-tiba kita bisa saling akrab dan nyambung ngobrol berbagai hal. Hal yang saya paling inget tentang kang hakim ketika dia dengan lantang bertakbir setelah pengajian rutin RMBU. Dasyat!!!

Perkenalan saya dengan para akhwat pun cukup membuat muka saya yang memang hitam menjadi agak ke merah2an menahan malu dan tawa, memang sih rata-rata kita kenal di kelas. Tapi tetep aja kalo di inget-inget ada kejadian aneh dan cukup konyol antara saya dengan beberapa akhwat. Mungkin next story aja ya.

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 3 ---
-SELESAI-

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. baru tw ini blognya sdr. Allif. bagus ceritanya Hhee, lanjutkan bagi2 ceritanya lewat menulis.
    follow blog saya juga ya: alamifisikaupi.wordpress.com & alamiyasni.wordpress.com :) Jzk

    BalasHapus
  3. hehehe...makasi sdri. yasni >,<" jadi malu..
    bisa kah akun blogspot follow wordpress teh? sip2..mksi ya..

    BalasHapus