--- welcome to my blog ---

--- welcome to my blog ---

Minggu, 26 Februari 2012

Hujan - Ojek payung


selamat pagi, jika anda buka blog saya diwaktu pagi..
selamat siang, jika anda buka blog saya diwaktu siang.
selamat malam, jika anda buka blog saya diwaktu malam.
selamat sehat, jika anda sudah sembuh dari kegilaan.
selamat tinggal, jika anda memutuskan gak mau baca blog ini lebih lama lagi... :)

seperti judulnya, kali ini saya akan membahas tentang hujan dan ojek payung. nah loh??!! sebetulnya ada hubungan apa antara mereka?? Let's cekidott guys...
 
saat memasuki musim penghujan seperti sekarang ini tidak jarang pagi,siang,sore dan malam daerah kita sering diguyur hujan. (ya iyalah,,,namanya juga musim hujan!!!). khususnya di jakarta, karena kebetulan saya tinggal disana. saya banyak sekali menemukan orang-orang yang sering mengeluhkan datang nya hujan. tau sendiri lah, jakarta tempat yang sering kali dilanda bencana banjir yang sebetulnya merupakan akumulasi dari kesalahan masyarakatnya sendiri. baik itu buang sampah sembarangan, buang anak sembarangan, dan yang lebih parah buang ninja sembarangan. ninja yang dimaksudkan adalah pasukan ninja kuning yang mengambang disekitar sungai dan mengikhlaskan dirinya menjadi santapan para ikan.

tapi kita gak akan bahas itu lebih lanjut ko, karena tadi saya agak ngawur jadi mari kita lebih fokus ke tema utama.

melihat dan mendengar ngeluhnya orang-orang akan datangnya hujan membuat saya cukup miris. memang sih agak cukup ribet bagi para pejalan kaki dan kendaraan bermotor mesin atau otot ketika harus kebasahan karena turunnya hujan dari langit. tapi cobalah lihat sekitar mu!

taukah kamu?? turunnya hujan ternyata menjadi ladang usaha bagi sebagian anak-anak jalanan. bermodalkan payung berukuran besar, mereka berjalan menghampiri orang-orang yang takut akan kebasahan air hujan.

cerita ku dengan sang ojek payung

ketika saya kembali dari kampung halaman, saya tiba disalah satu terminal dijakarta dan kedatangan saya langsung di sambut meriah dengan lebatnya hujan yang turun kala itu. mungkin jika satu detik saya keluar dari bus saya bakal langsung basah kuyup. 

dari kejauhan saya melihat ada beberapa anak yang lalu lalang membawa payung, terus payungnya dikasihkan ke orang. setelah sampai tempat yang di tuju orang yang dipinjamkan payung itu membayar ongkos peminjaman kepada anak yang punya payung. dan saya baru sadar setelah mendengar bisik-bisik orang dalam bus membicarakan anak-anak tersebut. ternyata mereka disebut ojek payung. "Ndesoo nya saya!!"dalam hati kecil.

satu per satu orang-orang dari bus turun dengan menyewa payung dari si anak pembawa payung atau bisa di sebut ojek payung. cukup lama saya menunggu datangnya ojek payung menghamipiri saya, karena tempat parkir bus yang tidak strategis jadi ojek payung gak bisa ngelihat saya yang sebetulnya dari hati teriak sekencang-kencangnya sejak lama yang bunyinya "heiii,,siniiii,,, JEKKK,,, OJEEEKKK,,, paYUUUNGGG..!!!". karena teriakan hati saya tidak digubris sama sekali jadi akhirnya saya putuskan untuk tepuk tangan sekencang-kencangnya dan alhasil siojek payung pun nengok dan tiba-tiba saya dilirik tajam penuh makna oleh seorang ibu yang didalam bus karena anaknya yang masih balita terbangun dari tidurnya karena tepukan tangan saya tadi. untungnya ojek payung segera menghampiri saya sehingga nyawa saya bisa terselamatkan dari amukan ibu-ibu tadi.

berjalan lah saya dibawah payung yang cukup besar, karena payung ini terlalu besar untuk satu orang maka saya mengajak seorang anak perempuan yang payungnya saya pinjam itu. ketika saya ajak "de,ayo sini masuk ke payung??jangan ujan-ujanan, nanti sakit loh" ajak saya penuh dengan rasa peduli tingkat tinggi. "gak ah kak?aku udah biasa ujan-ujanan ko" jawabnya menolak tawaran saya. "udah sini..!" kali ini ajakannya berbau paksaan. "gak apa apa kak.aku ujan-ujanan aja." tetap menolak. ada dua faktor penolakan si anak tersebut,faktor tersebut adalah antara malu dan takut, malu karena gak biasanya jalan satu payung barengan dengan pelanggan nya dan takut karena wajah saya yang waktu itu mengekspresikan kelaparan stadium tiga.

sambil berjalan kami berbicara singkat, saya menanyakan hal umum yang biasanya orang-orang tanyakan. "ongkos minjem payung dari sini ke sana biasanya dikasih berapa de??", "kalo saya sih biasa dikasih orang dua ribu". "duaribu??!!"saya mendramatisir seperti zoom scene ala sinetron. "itu jaraknya dari mana ke mana de?" lanjut saya. "yah sampe tempat tujuan yang pake payung ka.." jawabnya agak memelas. dalam hati saya merasakan kesedihan yang dialami anak ini, yang seharusnya ketika hujan mereka di rumah minum susu hangat dan mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. tapi malah harus bekerja keras dikala hujan turun dan mendapatkan hasil yang menurut saya kurang sepadan akan lelahnya mengantar payung dari orang ke orang. Bayangkan!!! jika ada yang menyewa ojek payung dari sabang dan tujuannya adalah di merauke... Bayangkan!! jika yang nyewa payungnya tetep ngasih dua ribu bener-bener keterlaluan, buat ongkos naik pesawat nya aja gak cukup kalo cuma dua ribu doang mah..*arrgghhh...esmosii...!!!! mari kembali ke alam nyata dan lupakan sugesti bayangan konyol tadi. "jadi kalo dari bus tadi ke sana ade mau kakak bayar berapa payung nya?" tanya saya masih penasaran. "terserah kakak aja." jawaban yang paling membingungkan dan saya hanya membalas jawaban tersebut dengan senyum manis yang masih menahan lapar.

belum sampai tengah perjalanan, hujan semakin mereda. dan akhirnya benar-benar reda! "yah,,ujannya udah reda.."kata sianak ojek payung. saya yang tahu kenapa dia mengeluhkan berhentinya hujan saat itu, dan saya tetap melanjutkan perjalanan bersama payungnya. "kak,ujannya udah berhenti."sianak mencoba memberi tahu saya. "iya,saya tau ko"jawab saya. "terus ko payungnya masih dipake??"tanya sianak yang melihat suatu keanehan pada diri saya. "kan saya tadi bilangnya nyewa payung dari bus sampe sana, gak bilang pake payung sampe ujannya reda kan??"jawab saya dengan penuh wibawa dan masih dengan rasa lapar yang menghantui. "iya sih,,yaudah terserah kakak aja"timbalnya sambil tersenyum.

memang bukan ide yang cukup bagus memakai payung dikala hujan tidak turun. rasanya itu seperti menjadi artis yang berada di tengah-tengah fans nya. YAPP!!! betul sekali, saya menjadi pusat perhatian orang-orang diterminal bus. dengan tatapan penuh tanya mereka memperhatikan saya. mungkin mereka melihat saya bukan seperti artis yang baru debut di dunia entertain, tapi lebih melihat saya sebagai orang normal yang ke normal-an nya cukup di ragukan. walau begitu saya tetap berjalan memakai payung dengan gagah dan menjaga langkah saya agar sepatu saya gak masuk kubangan yang penuh air hujan.

sesampainya saya ditempat tujuan, saya menutup payung dan jreeenggg...!!! saya semakin yakin orang-orang benar-benar memperhatikan saya dari tadi. "yakk,,akhirnya sampe juga ya.."senangnya bukan main karena jalan yang kita tempuh hampir sekitar 11511cm. jauh yaHH???!!  "ini ongkos payungnya de.. :)" takut disangka sombong jadi saya gak masukin nominalnya, yang jelas cukuplah buat beli beberapa permen favoritnya. "wah,,makasih banyak ya kak.. :D" senang bukan main karena bentar lagi dia mau beli permen kesukaannya. "iya sama-sama" dan kami pun berpisah dengan rasa yang berbeda. sianak pergi dengan rasa senang karena bisa beli permen dan saya pergi dengan rasa LAPAR serta masih dibayang-bayangi tatapan aneh dari orang-orang sekitar saya.

itulah ceritaku dengan sang ojek payung,

mungkin terlalu banyak hal yang membuat tertawa daripada hikmah dari kejadian ini, tapi sedikit pun hikmah kita tak boleh abaikan. seperti makna : 

1. jangan buang sesuatu sembarangan, 
2. jangan sadis ngasih ongkos ojek payung, dan 
3. jangan sekali-kali pake payung ketika cuaca cerah benderang!

kembali saya ucapkan terima kasih bagi anda yang telah membuang tenaga baca tulisan ini.
Salam Semangatttt...!!!

-akanami-

Minggu, 12 Februari 2012

Ketika galau melanda

kata galau belakangan ini jadi trend anak remaja masa kini, bahkan orang yang masih bau kencur sampe yang bau tanah juga bisa tau yang namanya kata "galau".. *hebat yaahh??
hayooo,,,siapa yang suka galau...???
*biasanya kalo ditanya gini pada gak mau ngaku..
wajar sih kalau kita sebagai manusia galau-galauan, tapi gak wajar juga kalo tiap hari, tiap jam, tiap menit bahkan tiap detiknya galau melulu. memang sudah hakikat seorang manusia yang memiliki perasaan untuk merasakan kegalauan. Terkecuali jika anda yang tidak memilki perasaan, *maaf ya,,, mungkin agak sulit bagi anda untuk bisa merasakan yang namanya galau. hehehe

apa sih galau??

galau adalah perasaan dimana seseorang merasa cemas, ragu dan serba salah. cemas si doi "sedang apa dan dimana" kayak lagunya sammy simorangkir, ragu si doi jujur atau bohong dan serba salah melakukan apa saja. mau ngomong, salah. mau diem aja, salah. mau ngomong tapi diem, sama aja salah. yang saya agak bingung dia maunya diem tapi bisa ngomong, sampai saat ini saya belum nemu tuh orang kayak begitu. mungkin anda yang baca adalah salah satunya??


apa aja sih yang orang lakukan ketika lagi galau???

berdasarkan survey yang saya lakukan via pesbuk dan tuiter,, orang galau termasuk saya akan updet status yang menandakan bahwa dirinya sedang merasakan kegalauan. ini beberapa contohnya :

1. walau hujan sudah berhenti, tapi tangis ku tak kunjung reda..
*ni orang nangis atau nguras bak mandi ya?? air matanya lagi pake paket unlimited kali.

2. kalau hatiku bisa berbicara.. :'(
*kalau hati bisa bicara, terus buat apa ada mulut???

3. "....."
*no comment, sampai saat ini saya belum tau apa maksud orang ini updet begitu.

4. senyum mu tak akan pernah ku lupakan..
*tanda-tanda orang galau hampir putus sama pacarnya

5. good bye, semoga kamu mendapatkan yang terbaik disana..
*tanda-tanda orang  galau setelah putus sama pacarnya

itu lah beberapa survey yang saya dapati, masih banyak lagi sebenarnya. tapi gak mungkin satu per satu saya muat disini karena terlalu banyak. * >,<"

kenapa mesti galau??

kenapa hayo?? seperti yang sudah saya katakan diawal sebelumnya. galau memang hakikat seseorang manusia yang memiliki perasaan. agak sulit menerjemahkan dengan logika kenapa galau bisa terjadi pada seseorang. kembali berdasarkan pengalaman pribadi dan survey dari beberapa sumber diforum internet. galau melanda orang-orang sebagai berikut :

1. lagi PDKT
orang dengan tipe ini biasanya menunjukan kegalauannya dengan updet disocialnetwork yang pastinya bisa dilihat oleh gebetannya. karena terlalu pengen banget dibaca statusnya ama gebetannya kadang dia jadi kebingungan sendiri. yang akhirnya timbul perasaan "udah dibaca belom yaahhh??", "ah,mana mungkin dia baca", "pasti dia udah baca ni, cuma pura-pura gak baca".
satu kalimat tanya buat anda : "Mau lu apa sih?!!"

2. lagi berpacaran
orang dengan tipe ini biasanya menunjukan kegalauannya lebih ke arah curiga-curigaan, cemburu-cemburuan, dan ngambek-ngambekan. terlihat dari caranya updet status di jejaring sosial terkenal masa kini yang disebut pesbuk, seperti : "kamu gak seperti dulu" *emang dulu gimana ya??, "terus aja begitu, cukup tau aja!!!!" *emang kamu tau apa??, "mulai sekarang aku gak akan ganggu-ganggu kamu lagi..makasih ya!!" *tanda-tanda marah beneran!!!
saran untuk mereka yang sedang pacaran : baik-baik lah mengenal pasangan anda, lebih baik tidak usah berpacaran jika hanya bisa menyakiti satu sama lain.. :)

3. In love
orang dengan tipe ini sebenarnya bisa masuk kategori 1 dan 2. bedanya orang dengan tipe ini biasanya selalu penuh dengan harapan. harapan untuk diterima cintanya, harapan untuk putus ama pacarnya biar bisa ganti pacar, dan harapan-harapan yang sebenarnya anda sendiri mengetahuinya..

ending-nya ????

yap, galau memang boleh dan sah-sah saja untuk kita. tapi yang lebih penting bagaimana mensiasati perasaan tersebut menjadi lebih berarti dari sekedar galau-galauan belaka.
mungkin sebagai awal anda bisa mencoba mencari beberapa kegiatan yang dapat melupakan sejenak dengan kegalauan anda. jika tidak mempan cari lah ketenangan dengan curhat pada teman atau curhat langsung kepada yang maha mendengar curhat kita. jika tidak mempan juga, katakan kegalauan anda kepada sumber galau tersebut. jika anda pria galau karena wanita, ungkapkan lah dan bersiaplah jika jawabnya tidak seperti yang anda harapkan. jika anda pria galau pada pria, ungkapkan lah bahwa anda sebenarnya memiliki kelainan.. *EeeHHH??!!!

baik tidaknya tulisan ini harap diambil baiknya saja ya. tidak ada manusia yang sempurna, tapi manusia yang ingin sempurna banyak (termasuk saya dan anda pastinya). jadi mari bersama-sama kita olah kegalauan ini secara cerdas, sehingga hidup kita selalu ceria dan bahagia tanpa diliputi kegelapan dari rasa kegalauan.

terima kasih sudah buang tenaga untuk baca tulisan ini
salam semangat dari saya!!!

-akanami-

Sabtu, 11 Februari 2012

Ku temukan cahayaku

suatu waktu..
berjalan ku dalam kegelapan,
sendiri..
menelusuri jalan yang cukup panjang,
hampir kurasa tiada ujungnya..
ditengah perjalanan,
ingin rasanya kembali keawal saja.
tapi,
kau hadir menghampiri..
memberikan harapan baru untuk melanjutkan perjalanan ini.
walau cukup berliku jalan yang ku tempuh.
cahaya itu semakin jelas terlihat..
cahaya yang menuntunku hingga menuju ujung perjalanan panjangku.
harap ku dalam hati..
semoga itu bukan sekedar bayangan atau fatamorgana belaka.
cahaya ku, aku datang kepada mu...

--akanami--

Jumat, 10 Februari 2012

Catatan si allif : edisi 5

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 5 ---


Waaaw...!! gak nyangka udah diepisode 5. Dan yang lebih gak nyangkanya lagi ternyata saya gak sadar saya kalau sudah menulis lebih dari satu lembar A4 ( rekor baru nih.. ). Walaupun itungannya tulisan saya gak jelas juntrungannya, saya sih berharap para pembaca gak ada yang sampe muntah dan jatuh pingsan setelah beres baca tulisan saya. Jadi, mari kita segera selesaikan tulisan ini dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.


NASYID itu Indah

Kata siapa nasyid itu indah?? Kata orang-orang yang senang mendengarkannya. Begitu juga saya, “pada awalnya”. Hingga sampai suatu waktu, mendengarkan satu nada acapella saja, bisa membuat saya divonis koma oleh dokter. ( walaupun gak sampai sejauh itu, tapi kalau saya punya penyakit jantung mungkin hal itu bisa saja terjadi )

Kenapa bisa seperti itu??

Saya sangat menyukai lagu, semua lagu yang yang ada nadanya saya suka. Terutama acapella. Ditambah maraknya boyband luar negeri dimasa itu seperti : Tohoshinki, WestLife, F4 de el el. Membuat saya terobsesi untuk tampil menyanyikan lagu-lagu mereka diatas panggung. Namun, karena kesadaran terhadap keterbatasan pita suara yang saya miliki, pastinya hal itu bakal ngrusak sound speaker punya orang. Jadi, saya selalu minder jika harus naik keatas panggung, bukan hanya untuk nyanyi bahkan untuk berkata satu huruf dengan microphone saja saya gak mau.

Suatu ketika, disekolah saya akan diadakan acara muhsabah. Acara ini termasuk acara tahunan yang cukup besar dan selalu di-organize oleh para anggota RMBU. Bagaimana tidak cukup besar, selain seluruh guru-guru dan seluruh siswa yang harus hadir. Para orang tua siswa bahkan ada pejabat yang diundang untuk hadir keacara tersebut.

Sedang sibuk-sibuknya saya dengan RMBU mempersiapkan acara. Billy, salah seorang teman saya dikelas ipa 1 mengusulkan untuk tampil diatas panggung sebagai pengisi acara di acara muhasabah ini. Saya sih fine-fine saja. Karena billy ingin memberikan kesan baik terhadap ipa 1 yang sebetulnya kesan baik itu sudah ada dari awal kita masuk kelas. Terpilihlah Adi dan Eggie yang mana mereka semua adalah tim inti paduan suara SMANSA yang sudah tidak diragukan lagi skillnya dalam urusan tarik menarik suara. Pengrekrutan belum selesai sampai di situ. Karena masih ada satu anggota lagi sebagai pelengkap yang perlu tidaknya masih dipertanyakan. Orang tersebut adalah saya. Seperti yang saya jelaskan diatas, ngomong aja saya minder apalagi mesti nyanyi yang ditonton banyak orang. Jadi, beberapa hari saya cukup capek menolak ajakan baik dari Billy, Adi dan Eggie. Alasan mereka mengajak saya memang masuk akal, yaitu mereka gak enak tampil dipanggung yang diurus oleh anggota RMBU sedangkan mereka bertiga bukan anggota RMBU. Hingga pada akhirnya saya dengan sedikit bijak dan selebihnya nekad, mengiyakan permintaan mereka dan membentuk tim nasyid dari kelas ipa 1 yang kami beri nama : “ RESCONE VOICE “

Proses latihan mau gak mau harus kami jalani untuk kesuksesan perform kami nantinya. Sehingga kami memilih pelatih nasyid yang sangat hebat dan tidak mata duitan ( karena sadar kocek kami yang sangat pas-pasan ). Terpilihlah kang Dena sebagai pelatih kami. Kang dena sendiri sudah terbiasa melatih tim nasyid baik itu anggota RMBU atau bahkan diluar RMBU.

Proses latihan cukup dan sangat efektif. Hari pertama saja, kang dena sudah kagum dengan ketiga trio ipa 1. Mereka bahkan tidak perlu digembleng lagi suaranya untuk mencapai harmonisasi nada. Sehingga mereka bertiga bisa langsung masuk ketahap penghapalan lirik lagu. Sedangkan saya yang memiliki suara paling rendah dan cukup berat harus bekali-kali seret dan minum air, karena nada yang saya keluarkan tidak sesuai dengan ketukan lagu tersebut.

Latihan kedua diminggu berikutnya kami mengalami peningkatan. Penentuan nada sudah diputuskan. Billy sebagai suara 1, Eggie sebagai suara 2, Adi sebagai suara 3 dan saya sebagai suara pelengkap. Mulai lah kita latihan dengan ada tidaknya kang dena dan dimana saja kita bisa bernyanyi bersama. Dikelas, dikantin, diteras mesjid BU dan mungkin saja kalau kita keWC bareng-bareng kita bakal nyanyi disana, untungnya hal itu tidak sampai terjadi.

Latihan terakhir, kang dena berperan sebagai penonton dan hanya mendengarkan hasil latihan kami selama minggu-minggu sebelumnya. Hasilnya?? KACAU! Hal tersebut disebabkan karena biasanya nada dasar yang dipakai kang dena tidak sama dengan yang dipakai oleh billy, sehingga semuanya jadi mesti tarik suara setinggi-tingginya yang kita bisa. Hal itu sebenarnya tidak masalah bagi adi dan eggie yang memiliki pita suara yang mumpuni. Tapi, hal itu sangat bermasalah bagi saya yang memiliki pita suara rendah dan kalo saya paksakan akan menjadi fals.

Setelah beberapa hari dari latihan terakhir kami pun sampai di tahap Gladi kotor dan Gladi bersih acara. Cek sound terakhir malam hari itu berakhir mulus dan lancar. Meskipun harusnya bisa lebih mulus dan lancar jika saya tidak ada disitu.

Hari H telah tiba!
Dibelakang panggung kami bersiap-siap untuk tampil mengisi acara. Billy, Adi dan Eggie yang sudah terbiasa tampil untuk bernyanyi bersikap wajar dan ceria. Tapi saya yang biasanya lari-lari melempar bola ke keranjang dan tau pada saat itu mesti tampil ke atas panggung bersikap aneh, cemas dan berkeringat dingin. Ketiga sahabat saya itu mencoba menenangkan saya dengan banyolan mereka yang tidak berhasil membuat saya tenang. Dan, kalimat “ RESCONE VOICE “ sudah terdengar dari panggung, yang mengharuskan kami berempat naik keatas panggung.

Sungguh awal yang konyol, ketika kami sudah diatas panggung kami harus berpura-pura ngobrol dengan penonton. Hal ini dikarenakan beberapa tamu undangan yang belum hadir, dan the perform must go on. Dimotori oleh billy, kami memperkenalkan diri kami masing-masing dan tugas kami didalam grup nasyid ini. Cukup berhasil, namun tak cukup menahan waktu yang terus berjalan menantikan tamu yang ngaret kebangetan itu. Setelah diam beberapa saat, akhirnya kami disuruh memulai perform. Billy yang sudah tidak sabar kemudian memulai memberi komando kepada kami untuk siap-siap bernyanyi. Mendengar nada awal dari billy saya langsung lemes gak karuan, karena kejadian ini sudah pernah terjadi diwaktu latihan. Dan hasilnya, sebagai lagu pembuka suara saya yang fals terdengar oleh seluruh penonton yang menyaksikan performa kami pada saat itu. Luar biasa malunya saya saat itu. Seusai lagu pertama, kami langsung masuk ke lagu kedua yang cukup berhasil menarik perhatian penonton dan mengobati rasa malu saya “ sedikit ”. Kemudian kami turun dari panggung.

Selesai turun dari panggung, saya langsung lari kebelakang sekolah untuk menyesali kebodohan saya di atas panggung. Mungkin, kalau pada saat itu tersedia pacul dan sekop, saya udah gali kubur yang bakal menjadi rekor dunia sebagai kuburan terdalam sampai nembus sisi bumi bagian lain entah berantah. Tapi, karena hal itu mustahil saya lakukan. Jadi, saya hanya masuk ke WC dan menampar bolak-balik wajah saya. Setelah merasa sakit dan perih ditampar tangan sendiri, saya putuskan untuk kembali ke belakang stage. Ada junior RMBU yang mempertanyakan tentang wajah saya yang agak berubah memerah kehitaman seperti baru beres digebukin massa. Dan saya menjawab : “ gak apa-apa ko akhi, tadi ana cuma kepleset di kamar mandi. “

Don’t say : Good bye...

Membaca subjudulnya saja mungkin anda sudah dapat mengira-ira isi dari sesi ini. Yap!! Betul, LPTJ. LPTJ adalah singkatan dari laporan pertanggung jawaban, dimana pengurus akan mempertanggung jawabkan segala kegiatan yang dilakukan selama masa kepengurusannya. Acara LPTJ juga sekaligus mencakup acara serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru.

Persiapan acara LPTJ juga tak kalah ribetnya dibandingkan acara-acara besar RMBU lainnya, karena acara LPTJ sendiri memang merupakan salah satu acara besar RMBU. Salah satu persiapan acara LPTJ yang sangat terpenting adalah pengumpulan data-data yang didapat selama masa kepengurusan kami. Selain data-data acara, kami juga harus mencantumkan data-data “ job description “ dari masing-masing jabatan.

Saya pribadi agak kewalahan dan sangat binggung. Dikarenakan salah satu jobdes saya sebagai sekertaris adalah mencatat surat masuk atau surat keluar. “ Yang sampai hari ini juga saya lupa tugas saya waktu itu, mencatat surat masuk atau keluar ya? “. Pokoknya antara itu lah. Mari kita anggap saja saya mencatat semua surat keluar dan tiara mencatat semua surat masuk.

Sungguh sangat kaget saya, ketika melihat bagus dan rapihnya tiara mencatat seluruh surat masuk. Mungkin kalau dikira-kira total surat masuk ke RMBU ada sekitar 35an lebih, dan tiara mencatat hal itu semua. Sedangkan saya dengan tugas saya yang mencatat surat keluar yang sebetulnya begitu banyak, mungkin bisa lebih dari 35an. Dan taukah anda?? saya hanya mencatat tiga surat keluar terakhir. Gak lamaan dari situ, saya langsung memasukan data tersebut kedalam proposal. Dilihat dari sisi mana juga aneh, karena begitu banyaknya surat masuk tapi sedikit sekali surat yang keluar. Apapun itu pokoknya tetap saya tulis di proposal, saya siap bertanggung jawab.

Komputer irfan gak kalah nyebelinnya dengan data yang saya kumpulkan. Sedang enak-enaknya saya mengerjakan proposal LPTJ tiba-tiba monitornya menjadi hitam gelap, gak ada tanda-tanda kehidupan. Mana proposal yang baru diedit belum sempat disave. Pasrahlah saya waktu itu. Bahkan yang empunya komputer pun takluk dibuat lemas karena gak bisa idup-idup tuh komputer. Akhirnya kami berdua berdiam diri, nonton tv dan maen PS yang sengaja saya bawa tadinya sih buat refreshing.  Setelah isya, kami berdua yang masih penasaran akan kehidupan komputer, mencoba menyalakannya kembali. DAN?! Bukan sulap bukan sihir, tapi cukup dengan doa komputer itu bisa hidup kembali. Sungguh sangat bersyukur saya. Setidaknya meskipun pekerjaan saya selama masa jabatan gak bener, saya berharap diacara terakhir ini saya harus berikan yang maksimal. Dengan tekad yang cukup tinggi malam itu juga akhirnya laporan selesai.
Gimana gak selesai, orang besoknya acara LPTJ dimulai. Jadi mau ada badut lewat atau hujan badai  dengan angin topan anak jalanan pun laporan mesti beres malam itu juga.

*Percaya atau tidak, setelah kejadian dimalam pembuatan laporan LPTJ, komputer irfan tidak berfungsi lagi. Jangankan untuk dioperasikan atau bahkan sekedar bermain game. Dihidupkan pun tidak bisa. Mungkin kala itu doa kita kurang, karena doa kami adalah : “ ya allah, berikan lah  kemudahan terhadap kami, agar kami dapat menuliskan laporan terakhir kami ini sebagai kontribusi terakhir kami di RMBU. “
Hari pertanggung jawaban telah tiba. Semua pengurus yang dipimpin oleh mahmud duduk didepan dengan gagah dan anggun. Satu per satu data dibacakan, hingga sampai data terakhir dibacakan dimuali lah sesi tanya jawab. Yang untungnya sesi ini kami lewatkan dengan mudah, karena semua audient dengan segera dapat menerima dan menSAHkan laporan pertanggung jawaban kami. Senangnya saya gak ada yang mempertanyakan kenapa surat keluar hanya cuma ada tiga selama satu tahun terakhir.

Setelah proses pembacaan dan pengesahan proposal LPTJ, tibalah saat-saat yang sungguh sangat mengharukan. Yaitu kami yang harus melepas jabatan kami diRMBU, dan terpaksa mengestafetkan tongkat jabatan kepengurus RMBU yang selanjutnya. Tangis haru bahagia kami cucurkan sebagai tanda perpisahan kami untuk rekan-rekan diRMBU. Cukup singkat memang kisah saya diRMBU jika dibandingkan rekan-rekan saya yang terlebih dahulu bergabung denga RMBU. Namun begitu banyak pelajaran dan kisah yang saya tak akan lupakan ketika di RMBU.

Masih dalam tangis haru pelepasan jabatan kami, kami para ikhwan mencoba menambahkan kesedihan itu menjadi semakin mendalam. Caranya adalah bernasyid. Saya yang masih trauma dengan nasyid kala itu, masih saja nekad menerima paksaan ikhwan yang mau bernyanyi seusai acara LPTJ.

Nada demi nada mengalir begitu indah dan menambah harunya suasana kala itu. Hingga sampai kesuatu lirik sebelum reff, tiba-tiba semua ikhwan membisu dan menghening sesaat karena pada lupa lirik lagunya. Wajar saja, saya pribadi baru dikasih tau bakal bernasyid setengah jam sebelum acara. Mungkin ikhwan lainnya juga pada begitu. Alhasil, suasana yang tadinya haru tiba-tiba terlihat menjadi suasana senyum-senyum manis nahan ketawa. Gak masalah bagi saya, kalau memang itu dapat mencairkan suasana kesedihan kala itu.

Acara LPTJ selesai. Sebagai kenang-kenangan kami pun bernarsis ria didepan kamera bersama semua pengurus. Ikhwan dengan Ikhwan, Akhwat dengan akhwat (mungkin..). Soalnya pandangan saya waktu itu terhalang hijab, jadi gak tau apakah akhwat juga pada narsis seperti para ikhwan. Atau bisa saja melebihi ikhwan. * :p

A little note from Allif

Itulah sedikit kisah saya dengan RMBU. Kisah yang bisa membuat saya sendiri tertawa, malu dan sedih bahagia dikala saya mengenangnya. Saya sangat berbahagia dipertemukan dengan para ikhwan dan akhwat tangguh diRMBU. Saya belajar sangat banyak dari mereka. Baik itu pelajaran hidup, pelajaran sekolah atau bahkan pelajaran memasak. Ucapan terima kasih dan segenap doa mungkin belum cukup menggantikan betapa besar mereka berbuat untuk saya. Namun, itu lah manusia. Dikala yang satu salah maka harus ada yang membenarkan. Dan jika ada yang satu benar maka yang lainnya bisa menyalahkan. *LAH??

Sekedar info buat para pembaca, kekonyolan dan keanehan yang saya lakukan serta alami itu bukan lah penyebab buruknya kinerja saya sebagai pengurus semasa menjabat dulu. Tapi justru karena tidak becusnya saya mengurus tugas-tugas itulah, kekonyolan itu mucul dengan sendirinya hingga saya bisa curahkan menjadi bahan tawa di cerita ini. Sepanjang itu bisa membuat betah kalian membaca, saya rela membuka sedikit rahasia kekonyolan saya dulu kala.


Teringat satu kalimat dari buku yang pernah saya baca, yaitu:
in life, you only have one shot at everything.

Yang artinya kalo gak salah,
“ Dalam hidup, anda hanya memiliki satu kesempatan untuk menentukan segalanya. “


Kalimat itu mengena banget sama diri saya. Karena apa?? Kesempatan yang saya ambil untuk bergabung dalam RMBU pada saat itu tidak lah sia-sia. Dan setelah saya bergabung, saya pun makin tersadar akan pentingnya waktu. Yang bahkan sudah tercatat dalam al-qur’an, yaitu :


“ Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran. “ (Q.S. Al-Ashr:1-3)


Perubahan diri memang harus dilakukan oleh tekad diri itu sendiri. Tapi yang saya rasakan, perubahan diri saya ini tidak akan terjadi bila saya tidak bertemu anda semua, para ikhwan dan akhwat RMBU.  Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada kalian.

Berpisah dengan kalian bukan lah akhir dari kisah ini, tapi berpisah dengan kalian merupakan sebuah awal kisah baru untuk masing-masing dari kita melanjutkan kehidupan ditingkat yang lebih tinggi.

Selamat berjuang, selamat berbahagia dan selamat sampai ditujuan. *PLLAAKK!!!
( masih aja becanda... -_-“ )

Keep your smile...
And.
SaaAAAYOONAAARAAAAAAAAAaaaaaa......  ^_^

Sampai jumpa ditulisan saya yang lainnya.
*semoga... hahahaha

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 5 ---
-SELESAI-

!-TAMAT-!

Catatan si allif : edisi 4

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 4 ---

“ Bosen kah anda dengan tulisan saya?? ”

“...”

“...”

Nampaknya iya.
Beralih dari pertanyaan itu mari tetap kita lanjutkan saja cerita tentang allif yang gak jelas dan kejadian-kejadian aneh yang terjadi di sekitar dirinya dan RMBU.

Kalo diepisode sebelumnya saya menerangkan bagaimana tidak sengajanya saya nemu ikhwan-ikhwan ganteng nan soleh itu. Sekarang saatnya saya akan menceritakan tentang kapan dan bagaimana saya bertemu dengan akhwat yang pasti kalah ganteng dengan ikhwan. Secara akhwat itu bukan ganteng dan ganteng itu untuk ikhwan. Jadi, mari kita sebut ikhwan lah yang kalah cantik dan soleha dibanding para akhwat RMBU.

Yoroshiku nee...

Teh elin
Saya bertemu dengan elin ketika saya berada digugus awal masuk sekolah. Waktu itu ada tugas kelompok untuk membuat suatu kreatifitas dari barang-barang bekas dan kami sekelompok. Entah siapa yang memberi ide, saya semaleman membuat alat yang akhirnya saya beri nama “portable fan”. Sejenis kipas listrik yang bisa dibawa kemana-mana dan hebatnya lagi karya kelompok kami masih kalah dengan beberapa karya dari gugus lain, seperti frame foto yang tersusun dari paddle ice cream yang sebetulnya paddle tersebut sudah tersedia di warung-warung dan bukan kategori barang bekas. Sehingga pada akhirnya, ketika saya pulang kipas itu terpaksa saya buang ke tempat sampah terdekat.  “ tau begitu kan, kita bikin tempat sampah dari kresek aja ya teh, sangat berguna pastinya buat mulungin karya-karya orang yang gak dihargai. ”


Teh yasni
Saya bertemu yasni di kelas X.2. Dan tanpa di sengaja, yasni berada didepan tempat duduk saya. Entah yasni yang ikutin saya, atau saya yang ikutin yasni. Pokoknya kami berdua terpaksa harus mau selama tiga tahun berturut-turut menjadi teman satu kelas. Jadi, setidaknya saya dapat melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada yasni mulai dari kelas 10 sampai kelas 12, mungkin sebaliknya. Hal yang paling saya ingat dengan yasni adalah ketika ia memutuskan untuk tidak melakukan kontak fisik dengan pria. Saya dan ganjar dengan konyolnya menyalami yasni dan beberapa siswi lainnya dikelas X.2 seakan-akan besok kiamat dan kita tidak bisa saling berpegangan tangan lagi. Yasni fight dengan keputusannya dan saya masih sama seperti hari-hari sebelumnya, hingga di awal kelas 11 saya bergabung dengan RMBU kemudian saya mengikuti keputusan yang yasni, akhwat dan ikhwan lainnya lakukan untuk tidak kontak fisik ke lawan jenis. ( terkecuali ke Guru kalo saya)

Teh fitri
Saya bertemu dengan fitri secara tidak sadar ketika upacara bendera yang diprakarsai oleh para murid-murid baru. Memang pada saat itu kita tidak saling kenal dan berkenalan. Saya baru sadar itu ketika saya masuk kelas 11 dan membuka file MOPD kala itu. Ada foto wanita berkerudung yang menggunakan busana SMP memegang map batik properti upacara bendera, dan ternyata fitri namanya. Mungkin sangkin sibuknya, dia gak ada waktu buat berkenalan dengan saya waktu itu. (emang gak penting juga sih). Dan yang saya temukan dikelas 11 agak berbeda dengan pemikiran awal saya yang beranggapan bahwa fitri seorang yang jutek, dan ternyata fitri seorang yang gak kalah ngbanyolnya dibanding para artis XI ipa 1 lainnya. Entah itu emang sengaja atau emang begitu orangnya, tapi selalu seru aja kalo ngobrol sama fitri.  *Dan untungnya saya masih bisa nandingin setiap banyolan fitri.

Teh Mia
Atau lebih jelasnya kita panggil Mia Kurniasari (b). Karena pada saat itu dikelas kami terdapat nama yang serupa namun berbeda rupa. Itu lah mia. Seorang akhwat yang energik, murah senyum dan pintar pastinya. Tak jarang dia selalu mengajarkan saya dan menjelaskan beberapa tugas-tugas sekolah yang saya masih kurang pahami. Momen yang saya ingat dengannya yaitu ketika saya di introgasi olehnya di mesjid Ar-rahman. “ Cukup kita aja teh yang tau, terima kasih :) ”

Teh tiara
Saya kenal dengan tiara ketika kelas 10, gak secara langsung sih. Karena tiara juga teman dari ganjar dan iqbal jadi kadang-kadang saya tanya-tanya tentangnya ke mereka berdua. Singkatnya dari perkenalan yang gak jelas itu, akhirnya kami berdua dipertemukan di kelas yang sama. Sungguh aneh tapi nyata, selain kita satu kelas kita juga menjabat sebagai sekertaris RMBU masa itu. Begitu banyak  saya merepotkan dirinya dengan berbagai tugas-tugas RMBU yang seharusnya saya kerjakan tapi ujung-ujungnya saya serahkan ke tiara lagi untuk mengerjakan.
Pernah suatu waktu tiara mengajak berbisnis dengan saya, sangat menguntungkan sekali kalo memang bener-bener serius dijalanin. Janjianlah kita disuatu tempat di daerah cisaat, karena waktu ketemuannya jam setengah 9 dan seminar nya dimulai jam 10 pagi, maka dari itu sejak pagi-pagi buta saya udah siap-siap terus berangkat dan nyampe di lokasi sekitar jam 8 kurang. Taukah anda? tiara tetap datang jam 10. *hrrgg!! Bukan masalah bagi saya jika harus menunggu tiara selama dua jam dibawah pohon beringin yang untungnya cukup rindang. Tapi masalah bagi saya, yaitu sudah mah menunggu tiara dua jam lebih, kemudian saya harus menunggu acara seminar yang ternyata baru akan dimulai setelah sholat dzuhur. Jadi total saya menunggu dengan sia-sia adalah 5jam-an. “Gimana mau untung, kalo awal-awal aja saya udah rugi di waktu.” Saya sedikit agak lega ketika tiara bisa dengan ikhlas menerima tolakan saya untuk bergabung.

Teh tresna
Saya sempat kaget ketika masuk kuliah, ada dosen mirip baget sama tresna. Penampilannya, tutur bicaranya bahkan sampai becandaannya pun mirip-mirip sama tresna. Saya pikir awalnya dosen tersebut kakanya tresna, tapi ternyata sedikit pun gak ada hubungannya. Oia, sebagai informasi dosen yang mirip tresna itu bernama Tia Rahmiati berasal dari SMANSA dan aktif di RMBU juga pada masanya. Mari kita kesampingkan dahulu itu dan kembali ke tresna yang beneran tresna. Saya terkadang suka geli melihat tresna yang sedang beraksi. Apakah itu dia lagi ngomong, lagi bercanda bahkan kalo lagi diem pun saya perhatiin. Pokoknya lucu aja tingkah lakunya, apalagi kalo lagi riweuh (rame) dikelas bukannya makin reda tapi malah makin riweuh seisi kelas olehnya. Terbukti ketika kemaren kita reuni di situ gunung. *yang setuju angkat tangan?! Sayaaaa...

Teh yuri
Yuri merupakan salah satu siswi di kelas yang cukup jarang berinteraksi dengan saya. Selain memang saya gak sering-sering banget ada perlu dengan dia. Nampaknya dia juga tidak terlalu suka di ganggu orang lain dengan kesibukannya dikala itu. Bahkan kalo senyum pun mungkin hanya seperlunya aja. Makanya, dari pada saya dilempar buku paket yang siap melayang di atas meja atau mungkin mejanya juga yang ikut dilempar ke saya, lebih baik saya seperlunya aja negor dia.
Contohnya aja baru-baru kemaren ini, saya kan mempromosikan tulisan perdana saya, dan dikomen “dasar!”. Hati kecil saya berbicara “ Apakah saya begitu mengganggu dirimu teh??”. Tapi setelah episode 3 kemarin, saya sedikit agak lega karena nampaknya tulisan saya tidak terlalu mengganggu dirinya dan cukup mencairkan suasana antara kita. Yuri termasuk orang yang cukup kritis, memang dia jarang berbicara tapi sekalinya dia bersuara, saya sering mendapatkan solusi yang tepat darinya.

Teh seny
Saya bertemu seny dikelas 11, hampir sama kisahnya dengan yuri. Saya jarang berinteraksi dengan seny baik di dalam ataupun di luar kelas. Yang jelas seny yang saya kenal merupakan siswi yang murah senyum, bersemangat dan tidak pantang menyerah.  Kalau pun saya ngobrol dengannya, saya tidak terlalu khawatir dengan lemparan buku paket atau pun lemparan meja. *smile... ^_^

Teh sani
Atau kita panggil Bu Sani. Tidak diduga-duga sani menggagalkan prediksi saya. Padahal yang saya kira bakal menikah duluan itu mahmud. Sani orangnya ramah dan memiliki rasa wiraswata yang sangat tinggi di banding yang lainnya. Terbukti dengan bagaimana dia melihat ladang bisnis dikelas. Disetiap harinya dia membawa berbagai macam makanan untuk di jual. Murid dikelas termasuk juga saya, agak ribet kalo mau ngemil doang mesti ke kantin yang jaraknya lumayan jauh dari kelas ( mungkin bisnis ojek bisa laku juga, ada yang berminat?? ), makanya tak jarang barang bawaan sani sering habis di beli oleh anak-anak ipa1 sendiri.

Teh winni
Nama samarannya CeuCeu. Entah kenapa begitu, saya tidak pernah mempertanyakannya. Winni termasuk orang yang cerewet dikelas. Kalo lagi ada pelajaran bahasa indonesia tidak jarang saya agak merapat dengannya. Tadinya sih mau mencari inspirasi, tapi karena jawabannya harus sama, ya mau gak mau harus di tulis yang sama dengan winni. Momen yang paling saya kenang itu, ketika winni memainkan peran kuntilanak. Sungguh. Sungguh. Seperti kuntilanak dikau win.

Teh ratika
Nama samarannya DeDe. Ratika gak kalah cerewetnya dengan winni. Dan lagi-lagi tak jarang pula kalo lagi ada tugas bahasa indonesia saya juga merapat ke tempat ratika, untuk sekedar mencari inspirasi. *hehehe...gubbraakk!!!

Teh yoesna
Nama yang cukup aneh yang pernah saya temui. Ketika dipanggil yusna, dia selalu protes karena dia pengennya dipanggil yoesna. Saya bertemu dengannya ketika saya bertabrakan dengannya secara tidak sengaja dalam perjalanan menuju kelas. Suatu pertemuan yang sangat tidak wajar! Beberapa waktu sering kami habiskan untuk ngobrol berdua tentang pelajaran sekolah dan sisanya saling cerita-cerita tentang hal yang sebetulnya gak terlalu penting untuk di obrolin tapi tetap saja jadi bahan obrolan kami sehingga waktu menjadi tidak terasa sudah beranjak cukup lama. Sebetulnya ada sesuatu yang saya ingin sampaikan tentangnya disini, tapi lebih baik saya langsung sampaikan secara langsung saja. Jadi pokoknya sukses selalu buat yoesna.
.... ...

JODOH = Diri Kita

Percaya gak percaya, tapi di pikir-pikir ada benarnya juga kalimat murrabi saya itu. Ketika para ikhwan selesai liqo, biasanya kami berkumpul diruang tamu basekamp kita di cisuda. Karena pada saat itu sedang marak-maraknya kasus VMJ (Virus Merah Jambu). Menjadikan VMJ sebagai topik hangat yang sering kami perbincangkan waktu itu.
Kalimat itu simpel “ jodoh kita tergantung diri kita ”. Tapi makna dari kalimat itu lumayan dalem kalo di telaah. Singkatnya, ketika kita melakukan banyak perbuatan baik maka jodoh kita insya allah juga akan baik. Dan jika kita seringnya melakukan perbuatan buruk, jangan salahkan siapa pun kalau jodoh anda juga suka dengan perbuatan buruk itu. Memang sih jodoh itu rahasia ilahi dan kalimat itu menurut saya ada benarnya juga. Walaupun sedikit agak bertentangan dengan sinetron tentang roker berkelakuan sangar yang akhirnya bisa menikahi putri soleha dari kiai yang punya pesantren.

Setelah mendapatkan kalimat yang agak bijak itu saya pulang ke rumah, kemudian berfikir. Tentang perlu tidaknya pacaran dimasa itu. Hasilnya :


Nilai positif dari pacaran = tidak ada.

Nilai negatif dari pacaran = dosa yang pasti makin bertambah, yang ada malah uang jajan semakin hari semakin menipis, belom lagi nilai-nilai pelajaran yang bakal menurun kalo-kalo lagi ada masalah sama si pacar dsb.


Akhirnya pada malam itu juga saya putuskan untuk tidak berpacaran dulu dan bertekad untuk fokus memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Praktek Contek Menyontek!

Widdihh...ini ni yang paling merubah saya secara signifikan sampai saat ini. Entah apa jadinya kalo saya masih mengandalkan orang lain di saat saya kesusahan dikursi panas ujian. Pemikiran saya terbuka lebar, ketika saya sedang duduk disekre RMBU dengan beberapa senior ikhwan yang sedang sibuk belajar bareng. Terjadilah percakapan antara saya dan beberapa senior kala itu :

 “ kang, ko anak RMBU pada gak suka nyontek sih?” Tanya saya polos yang sebenernya saya sadar kalo anak TK juga tau, kalo : nyontek itu dilarang!

“ nyontek itu kan dosa kang.” Jawabnya

“ Lah, gimana ceritanya bisa dosa? “ Saya pura-pura kaget

“ bohong itu apa?? “ Seperti uya kuya yang lagi hipnotis korbannya

“ bohong itu dosa.” Saya mulai terhipnotis

“ nah, itu tau. kalo antum nyontek berarti antum telah membohongi guru antum dengan jawaban dikertas ujian antum, antum juga membohongi teman-teman antum yang benar-benar berusaha mengerjakan soal ujian itu sendiri dan lebih-lebih antum membohongi orang tua antum karena ternyata nilai yang antum dapet itu sesungguhnya palsu.” Sambil tersenyum dia mulai sibuk lagi dengan pekerjaannya.

Dan saya hanya bisa ngangguk-ngangguk nerima penjelasan dari akang senior tersebut yang gak lamaan dari itu saya go home.

Sesampainya saya di rumah, saya melihat kertas hasil test IQ yang tertuliskan IQ anda = 118. Saya memang gak pinter, tapi juga gak bego-bego amat. Paling gak saya tau, kalo 1 ditambah 1 hasilnya itu 2 dan jika 2 dikurang 1 hasilnya adalah 1. Alih – alih mau memperbaiki diri, mau gak mau proses ini harus saya terima. Menjadi siswa yang benar- benar berjalan lurus itu sudah pasti dan terbukti oleh saya gak seindah drama jepang korea yang pemerannya selalu pada jenius dan cool.
Alhasil, beberapa hasil ujian saya sering kali jeblok dan harus di remedial, dan gak jarang guru-guru lebih memilih memberikan nilai pas untuk saya biar saya gak ganggu-ganggu mereka lagi yang harus ribet ngebuat soal remedial buat saya. Mungkin fakta bahwa nilai-nilai saya memang kecil di bandingkan yang lain, tapi sampai saat ini. Saya bangga dengan itu!

Cukup sekian cerita saya di episode kali ini, terima kasih kepada nama – nama yang dengan sengaja terdaftar dalam episode kali ini. Walaupun gak di minta persetujuannya, semoga kalian gak marah sama penulisnya ya. * :p

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 4 ---
-SELESAI-

Catatan si allif : edisi 3

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 3 ---

“Baiklah..ini dia Catatan Si Allif 3...” *dengan PeDe-nya
Karena ada banyak ke-ngawuran diepisode sebelum ini, jadi saya mohon maaf dan terimakasih atas lemparan komentarnya, walaupun sebenernya saya lebih mengharapkan lemparan uang. *PLAKK!!!

back to the story,
dengan latar

SMA Negeri 1 Kota Sukabumi

Satu-satu nya sekolah menengah atas di kota sukabumi, yang memiliki luas area tanah yang cukup  luas buat membangun apartemen dan mall, mungkin masih sisa kayaknya buat bikin bandar udara di situ. Untungnya dulu para pendirinya memilih untuk membangun sekolah saja dibanding harus membangun apartemen atau mall, apalagi bandar udara yang setelah saya pikir-pikir ternyata hal itu sangat mustahil. SMANSA. Itu singkatan dari “SMA Negeri SAtu”, pokoknya kalo udah ditanya tetangga, “kamu sekolah dimana??” cukup jawab, “Di SMANSA bu/ pak/ a/ teh.” pasti udah pada tau. Mungkin karena sangkin luasnya Sukabumi dan SMA Negeri yang ada diSukabumi hanya ada 5. Menjadikan SMANSA kami begitu terkenal di daerah kota sukabumi dan sekitarnya.

Anda tidak percaya??? Buktikan sendiri.

Pagi hari sebelum berangkat, seperti biasanya saya nyamper anak-anak perum nanggeleng satu per satu buat jalan bareng kesekolah. Kebetulan rumah saya agak nyempil di ujung, jadi kalo gak nyamper anak-anak kebangetan sayanya, orang sekalian lewat. Tapi sepagi apapun saya berangkat dari rumah, ketika sudah sampai di rumah teman saya yang terakhir kemudian berangkat pasti nyampe disekolah sama-sama aja beberapa menit sebelum bel sekolah berbunyi. Dan anehnya saya gak ada kapok-kapoknya nungguin mereka meskipun harus mengarang kata-kata biar dibolehin masuk oleh guru piket dan pak satpam yang telah siaga berjaga di depan gerbang dengan wajah-wajah nya yang “ramah” siap menerkam siswa siswi yang melanggar aturan sekolah.

Pemikiran saya mulai terbuka, capek juga ikut banyak eskul tapi gak ada yang di seriusin bener-bener, terkecuali basket. Maka dari pemikiran yang agak bijak itu saya memutuskan untuk hanya mengikuti dua eskul aja, yaitu : RMBU dan Basket. Toh, gak terdaftar jadi anggota tetap saya juga masih bisa bantu-bantu walaupun cuma sedikit. Yap! Keputusan di terima. Ketok kepala 3x.
Dong!! Dong!!! DONG!!!!

Tau kah anda?? Saya berubah loh.
Memang bukan berubah menjadi power ranger dan super sentai lainnya. Mungkin gak langsung melonjat atau meroket. Perlahan tapi pasti saya merasakan perubahan itu. Yang paling terlihat itu bahasa. Selain bisa bahasa indonesia yang baik dan benar, bahasa jepang yang di ajarkan sewaktu kelas 10 dan bahasa sunda yang mau gak mau harus bisa, kalo enggak mungkin saya bisa nyasar dari sukabumi ke papua. Sekarang saya mulai bisa sedikit demi sedikit berbahasa arab. Beneran. Walaupun Cuma ana, antum, antuna dan kosa kata mudah lainnya. :)


Mungkin agak aneh ya, kalo saya yang biasanya ngomong blak-blakan dengan bahasa indonesia campur sunda yang gak jelas tiba-tiba menjadi ngomong blak-blakan pake bahasa arab yang makin gak jelas. Karena jujur aja, saya sendiri gak ngerti apa yang saya omongin nantinya. Jadi, saya tetap blak-blakan dengan bahasa jepang atau bahasa alien yang mana semua orang, baik saya atau orang lain pastinya makin makin gak ngerti apa yang saya omongin.

Suatu waktu saya, irfan dan dani berjalan menuju kantin untuk makan siang. Kami mengobrol sepanjang jalan memikirkan apa yang akan kita santap siang ini. Terbayang beberapa makanan seperti : batagor, mie ayam, pisang coklat, bihun, jagung, bala-bala dan makanan enak plus murah lainnya yang dapat di temui di kantin. Dan bayangan kami tiba-tiba lenyap!! Karena melihat penuh penatnya kantin waktu itu. Jadi untuk sedikit menyenangkan hati, kami bertiga membeli aqua gelas di koperasi, dan memutuskan berjalan menuju BU (apa itu BU?nanti ya...). Dan berharap menemukan makanan lezat di depan sekolah untuk mengisi tenaga di siang itu. Kembali sambil berjalan kami membicarakan makanan apa yang akan kami beli nanti. Terbayang beberapa makanan yang biasanya mangkal di depan sekolah itu : mie ayam, pempek, burcang, es doger. Yang pada akhirnya setelah sholat dzuhur kami bertiga kembali masuk kelas kami masing-masing dengan perut saya yang masih kosong keroncongan karena gak sarapan ditambah gak makan siang, saya duduk di kelas dan berharap pelajaran terakhir ini cepat-cepat selesai. Memang sesuatu yang kita bayangkan itu tidak seindah dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi.

Mesjid Bahrul ‘Ulum dan Sekretariat RMBU

Sesuai dengan namanya Bahrul ‘Ulum  yang artinya samudera ilmu, diharapkan menjadi wadah untuk menimba, mengembangkan, dan mengamalkan agama Islam umumnya bagi para penghuni disekitar SMANSA dan khususnya bagi siswa dan siswi SMANSA. Mesjid Bahrul ‘Ulum sendiri berlokasi tepat di depan SMA Negeri 1 Kota Sukabumi. Disamping gedung utama masjid ada bangunan yang berukuran kira-kira 4X8 meteran yang kami sebut Sekretariat RMBU atau disingkat sekre RMBU. Disitu merupakan tempat dimana ikhwan dan akhwat rapat tentang kegiatan-kegiatan RMBU. Tapi rapatnya RMBU berbeda dengan rapat organisasi lain, karena disekre itu sudah ada papan yang kita sebut papan hijab. Hijab sendiri kalo ga salah artinya pembatas. Kali?? Intinya papan itu menghalangi interaksi saling tatap muka diantara ikhwan dan akhwat. “Aneh?!” tapi di pikir-pikir memang perlu hijab itu, paling tidak ketika rapat akhwat tidak melihat saya yang sedang asik namatin game splinter cell di hape, tidak melihat betapa asiknya saya menikmati makan mie ayam dan betapa sulitnya ngerjain PR sambil pake headset. Dan kekonyolan lain yang dilakukan para ikhwan di balik papan itu yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu karena itu merupakan rahasia para ikhwan.

Nice to meet you

Sesi ini saya mau cerita tentang kapan, dimana dan bagaimana saya bertemu dengan para ikhwan yang gak kalah ganteng dan solehnya dari saya. Maksudnya, udah mah saya kalah ganteng, kalah soleh pula saya. Sudahlah mari kita langsung ke TKP sekarang :

Kang mahmud, nama samaran : mahmud jaelani, nama asli : mahmud jaenudin
Siswa SMA Negeri 1 Kota sukabumi pertama yang berkenalan dengan saya. Gimana enggak, ketika awal masuk gugus secara gak sengaja kita duduk bareng. Dan mau gak mau dari pada jadi orang-orangan sawah yang ngebettem (gak bersuara) seharian akhirnya kami pun berkenalan.

Satu momen yang saya ingat pertama kali dengan mahmud. Ketika pengumpulan tanda tangan panitia orientasi siswa. Disudut pintu kelas saya tidak bisa bergerak kemana-mana karena mahmud memegang tangan saya begitu erat, untung aja orang pada gak liat. Bisa-bisa orang salah kaprah! Apa kata duniaaa!!! Saya akhirnya tanya, “ kenapa sih mas, situ takut nyasar ya?? ”. Dan dia menjawab “ nanti aja nunggu sepi minta tanda tangannya,,biar gak bersinggungan dengan wanita. ” Hati allif berkata “orang aneh!!!”.  Setelah setahun kemudian saya bertemu lagi dengan beliau, saya baru tau makna dia menahan tangan saya waktu itu. Luar biasa!

Kang irfan, nama panggilan : ipang, nama lengkap : irfan zamakhsyari nugraha
Irfan orang kesekian yang saya kenal di gugus waktu itu, karena memang tempat duduk kita berjauhan jadi susah juga buat ngobrol. Ketika malam hari di sebuah minimart di nanggeleng saya bertemu sesosok orang berkacamata ngeliatin mulu dikasir tapi kagak nyapa-nyapa (mungkin dari awal dia udah ngfans sama saya, sampai-sampai mati kata), untungnya saya engeuh (sadar) kalo irfan segugus dengan saya paling gak saya yakin kalo dia masuk SMANSA soalnya kita beli roti coklat yang sama. Berkenalan lah kami di minimart itu. Dan ketika kita dipanggil satu per satu masuk kelas ternyata saya satu kelas dengan irfan.
Hal yang saya ingat tentang irfan adalah irfan dengan sabar memperbaiki komputernya yang saya rusakin karena over heating. Selain untuk tugas RMBU dia sering saya repotkan juga dengan tugas saya yang harus dikerjakan menggunakan komputer. Komputer saya sendiri lebih baik dibiarkan terlantar membangkai dan menjadi sarang laba-laba dipojok atas lemari dirumah, dari pada komputer itu di service tapi nantinya saya rusakin lagi dengan ikhlas untuk kesekian kalinya.

Kang dani, nama lengkap : ramdani firdaus, temuan nama lengkap yang baru : dani ramdani
Saya sedikit mempertanyakan kedatangan dani dalam kehidupan saya, karena tanpa tidak sengaja dia nongol di depan pintu kelas X.3 sambil teriak-teriak ngajak balik anak-anak lain padahal belum waktunya,”sungguh anak yang berani!” Dan yang saya ingat lagi, dani ini merupakan siswa yang cukup terkenal. Terbukti, dia sering jadi bahan pembicaraan bu zakiah dikelas saya (X.2) tentang perilakunya yang “langka” dan sangat “luar biasa” tidak seperti siswa “pada umumnya”. Silahkan di artikan sendiri.
Hal yang paling saya kenang dengan dani adalah ketika kami mengantarkan surat acara BP RMBU ke daerah bogor, dani hampir menyebabkan saya dan dirinya mati konyol di tengah jalan. Dengan motor hitam berCC cukup tinggi kami berada diantara bis dan truck yang siap penyet (ngpress) kita jadi gepeng dan pastinya gak bakalan lagi dikenali sama orang kalo itu kita berdua.
Untungnya ohh untungnya...
Saya masih bisa bernapas sampai hari ini dan menulis cerita ini.
Alhamdulillah...

kang ade
Saya bertemu dia dikelas X.1 tapi karena gak ada kepentingan khusus, jadi hanya tau aja itu namanya ade. Baru lah pas naik ke kelas XI, saya mengenal sedikit demi sedikit tentang beliau. Hal yang paling saya ingat dengan kang ade adalah ketika kita liqo, ada tugas ngapalin surat. Kita baru mau ngapalin, kang ade dan kang mahmud udah ke tugas berikutnya. *Gak kaget saya...

Kang yayan
Saya bertemu yayan di eskul paskib, yayan orangnya baik banget mungkin sangkin baiknya kalo ada orang yang nonjok dia bakalan langsung dimaafin kali. Hal yang paling saya inget sama yayan itu ketika yayan nyanyi lagu doraemon versi jepang tanpa teks dengan nada ke sunda-sundaan. Bagi saya itu luar biasa sekali. Malah sekarang udah merambah ke bahasa korea. Mungkin sekarang lagu es lilin sudah bisa di nikmati dengan bahasa korea ditambah tarian ala SNSD.

Kang iqbal
Saya bertemu iqbal juga di eskul paskib awalnya. Hal yang paling saya inget ketika dia masuk RMBU saya masuk paskib, dan ketika dia masuk paskib saya masuk RMBU. Entah apa yang salah, ibaratnya saya ke utara iqbal ke selatan. Untung aja kita pada gak jalan mundur, jadi kalo ketemu masih bisa saling tegur sapa.

Kang hakim
Kapan : tidak diketahui. Dimana : entah berantah. Bagaimana : tiba-tiba kita bisa saling akrab dan nyambung ngobrol berbagai hal. Hal yang saya paling inget tentang kang hakim ketika dia dengan lantang bertakbir setelah pengajian rutin RMBU. Dasyat!!!

Perkenalan saya dengan para akhwat pun cukup membuat muka saya yang memang hitam menjadi agak ke merah2an menahan malu dan tawa, memang sih rata-rata kita kenal di kelas. Tapi tetep aja kalo di inget-inget ada kejadian aneh dan cukup konyol antara saya dengan beberapa akhwat. Mungkin next story aja ya.

-- Catatan Si Allif -- RMBU FILES --
--- Episode 3 ---
-SELESAI-