selamat pagi, jika anda buka blog saya diwaktu pagi..
selamat siang, jika anda buka blog saya diwaktu siang.
selamat malam, jika anda buka blog saya diwaktu malam.
selamat sehat, jika anda sudah sembuh dari kegilaan.
selamat tinggal, jika anda memutuskan gak mau baca blog ini lebih lama lagi... :)
seperti judulnya, kali ini saya akan membahas tentang hujan dan ojek payung. nah loh??!! sebetulnya ada hubungan apa antara mereka?? Let's cekidott guys...
saat memasuki musim penghujan seperti sekarang ini tidak jarang pagi,siang,sore dan malam daerah kita sering diguyur hujan. (ya iyalah,,,namanya juga musim hujan!!!). khususnya di jakarta, karena kebetulan saya tinggal disana. saya banyak sekali menemukan orang-orang yang sering mengeluhkan datang nya hujan. tau sendiri lah, jakarta tempat yang sering kali dilanda bencana banjir yang sebetulnya merupakan akumulasi dari kesalahan masyarakatnya sendiri. baik itu buang sampah sembarangan, buang anak sembarangan, dan yang lebih parah buang ninja sembarangan. ninja yang dimaksudkan adalah pasukan ninja kuning yang mengambang disekitar sungai dan mengikhlaskan dirinya menjadi santapan para ikan.
tapi kita gak akan bahas itu lebih lanjut ko, karena tadi saya agak ngawur jadi mari kita lebih fokus ke tema utama.
melihat dan mendengar ngeluhnya orang-orang akan datangnya hujan membuat saya cukup miris. memang sih agak cukup ribet bagi para pejalan kaki dan kendaraan bermotor mesin atau otot ketika harus kebasahan karena turunnya hujan dari langit. tapi cobalah lihat sekitar mu!
taukah kamu?? turunnya hujan ternyata menjadi ladang usaha bagi sebagian anak-anak jalanan. bermodalkan payung berukuran besar, mereka berjalan menghampiri orang-orang yang takut akan kebasahan air hujan.
cerita ku dengan sang ojek payung
ketika saya kembali dari kampung halaman, saya tiba disalah satu terminal dijakarta dan kedatangan saya langsung di sambut meriah dengan lebatnya hujan yang turun kala itu. mungkin jika satu detik saya keluar dari bus saya bakal langsung basah kuyup.
dari kejauhan saya melihat ada beberapa anak yang lalu lalang membawa payung, terus payungnya dikasihkan ke orang. setelah sampai tempat yang di tuju orang yang dipinjamkan payung itu membayar ongkos peminjaman kepada anak yang punya payung. dan saya baru sadar setelah mendengar bisik-bisik orang dalam bus membicarakan anak-anak tersebut. ternyata mereka disebut ojek payung. "Ndesoo nya saya!!"dalam hati kecil.
satu per satu orang-orang dari bus turun dengan menyewa payung dari si anak pembawa payung atau bisa di sebut ojek payung. cukup lama saya menunggu datangnya ojek payung menghamipiri saya, karena tempat parkir bus yang tidak strategis jadi ojek payung gak bisa ngelihat saya yang sebetulnya dari hati teriak sekencang-kencangnya sejak lama yang bunyinya "heiii,,siniiii,,, JEKKK,,, OJEEEKKK,,, paYUUUNGGG..!!!". karena teriakan hati saya tidak digubris sama sekali jadi akhirnya saya putuskan untuk tepuk tangan sekencang-kencangnya dan alhasil siojek payung pun nengok dan tiba-tiba saya dilirik tajam penuh makna oleh seorang ibu yang didalam bus karena anaknya yang masih balita terbangun dari tidurnya karena tepukan tangan saya tadi. untungnya ojek payung segera menghampiri saya sehingga nyawa saya bisa terselamatkan dari amukan ibu-ibu tadi.
berjalan lah saya dibawah payung yang cukup besar, karena payung ini terlalu besar untuk satu orang maka saya mengajak seorang anak perempuan yang payungnya saya pinjam itu. ketika saya ajak "de,ayo sini masuk ke payung??jangan ujan-ujanan, nanti sakit loh" ajak saya penuh dengan rasa peduli tingkat tinggi. "gak ah kak?aku udah biasa ujan-ujanan ko" jawabnya menolak tawaran saya. "udah sini..!" kali ini ajakannya berbau paksaan. "gak apa apa kak.aku ujan-ujanan aja." tetap menolak. ada dua faktor penolakan si anak tersebut,faktor tersebut adalah antara malu dan takut, malu karena gak biasanya jalan satu payung barengan dengan pelanggan nya dan takut karena wajah saya yang waktu itu mengekspresikan kelaparan stadium tiga.
sambil berjalan kami berbicara singkat, saya menanyakan hal umum yang biasanya orang-orang tanyakan. "ongkos minjem payung dari sini ke sana biasanya dikasih berapa de??", "kalo saya sih biasa dikasih orang dua ribu". "duaribu??!!"saya mendramatisir seperti zoom scene ala sinetron. "itu jaraknya dari mana ke mana de?" lanjut saya. "yah sampe tempat tujuan yang pake payung ka.." jawabnya agak memelas. dalam hati saya merasakan kesedihan yang dialami anak ini, yang seharusnya ketika hujan mereka di rumah minum susu hangat dan mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. tapi malah harus bekerja keras dikala hujan turun dan mendapatkan hasil yang menurut saya kurang sepadan akan lelahnya mengantar payung dari orang ke orang. Bayangkan!!! jika ada yang menyewa ojek payung dari sabang dan tujuannya adalah di merauke... Bayangkan!! jika yang nyewa payungnya tetep ngasih dua ribu bener-bener keterlaluan, buat ongkos naik pesawat nya aja gak cukup kalo cuma dua ribu doang mah..*arrgghhh...esmosii...!!!! mari kembali ke alam nyata dan lupakan sugesti bayangan konyol tadi. "jadi kalo dari bus tadi ke sana ade mau kakak bayar berapa payung nya?" tanya saya masih penasaran. "terserah kakak aja." jawaban yang paling membingungkan dan saya hanya membalas jawaban tersebut dengan senyum manis yang masih menahan lapar.
belum sampai tengah perjalanan, hujan semakin mereda. dan akhirnya benar-benar reda! "yah,,ujannya udah reda.."kata sianak ojek payung. saya yang tahu kenapa dia mengeluhkan berhentinya hujan saat itu, dan saya tetap melanjutkan perjalanan bersama payungnya. "kak,ujannya udah berhenti."sianak mencoba memberi tahu saya. "iya,saya tau ko"jawab saya. "terus ko payungnya masih dipake??"tanya sianak yang melihat suatu keanehan pada diri saya. "kan saya tadi bilangnya nyewa payung dari bus sampe sana, gak bilang pake payung sampe ujannya reda kan??"jawab saya dengan penuh wibawa dan masih dengan rasa lapar yang menghantui. "iya sih,,yaudah terserah kakak aja"timbalnya sambil tersenyum.
memang bukan ide yang cukup bagus memakai payung dikala hujan tidak turun. rasanya itu seperti menjadi artis yang berada di tengah-tengah fans nya. YAPP!!! betul sekali, saya menjadi pusat perhatian orang-orang diterminal bus. dengan tatapan penuh tanya mereka memperhatikan saya. mungkin mereka melihat saya bukan seperti artis yang baru debut di dunia entertain, tapi lebih melihat saya sebagai orang normal yang ke normal-an nya cukup di ragukan. walau begitu saya tetap berjalan memakai payung dengan gagah dan menjaga langkah saya agar sepatu saya gak masuk kubangan yang penuh air hujan.
sesampainya saya ditempat tujuan, saya menutup payung dan jreeenggg...!!! saya semakin yakin orang-orang benar-benar memperhatikan saya dari tadi. "yakk,,akhirnya sampe juga ya.."senangnya bukan main karena jalan yang kita tempuh hampir sekitar 11511cm. jauh yaHH???!! "ini ongkos payungnya de.. :)" takut disangka sombong jadi saya gak masukin nominalnya, yang jelas cukuplah buat beli beberapa permen favoritnya. "wah,,makasih banyak ya kak.. :D" senang bukan main karena bentar lagi dia mau beli permen kesukaannya. "iya sama-sama" dan kami pun berpisah dengan rasa yang berbeda. sianak pergi dengan rasa senang karena bisa beli permen dan saya pergi dengan rasa LAPAR serta masih dibayang-bayangi tatapan aneh dari orang-orang sekitar saya.
itulah ceritaku dengan sang ojek payung,
mungkin terlalu banyak hal yang membuat tertawa daripada hikmah dari kejadian ini, tapi sedikit pun hikmah kita tak boleh abaikan. seperti makna :
1. jangan buang sesuatu sembarangan,
2. jangan sadis ngasih ongkos ojek payung, dan
3. jangan sekali-kali pake payung ketika cuaca cerah benderang!
kembali saya ucapkan terima kasih bagi anda yang telah membuang tenaga baca tulisan ini.
Salam Semangatttt...!!!
-akanami-